Haisawit Medianet - Yogi Pratama, Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta berhasil meraih Juara Kedua pada Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia. Lomba ini berlaku dari tanggal 10 April sampai dengan tanggal 8 Mei 2022.
Pada lomba tersebut Yogi memilih tema dengan Kategori Masakan Nusantara, yaitu Sanggara Balanda. Menurut keterangan Yogi, Sanggara Balanda merupakan kue khas dari suku Bugis Sulawesi Selatan. Dalam pembutan Sanggara Balanda, Yogi menggunakan 2 produk hilir kelapa sawit yaitu margarine dan minyak goreng sawit.
Adapun kriteria penilaian yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara yaitu, makanan merupakan hasil kreativitas individu dan ataupun kelompok UMKM, penampilan makanan pada video presentasi harus komunikatif dan informatif, serta jumlah like di akun instagram peserta.
Kriteria penilaian yang di tentukan di atas berhasil dipenuhi oleh Yogi dan membuat para Tim Penilai menetapkannya menjadi pemenang kedua. Tim penilai yaitu, Chef Teddy Kosasih (Technical Baker Apical Group), Mukti Sardjono (Direktur Executive GAPKI), dan Achmad Maulizal Sutawijaya (Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS).
![]() |
| Foto Ilustrasi: Sanggara Balanda makanan khas Sulawesi Selatan yang dimasak menggunakan bahan produk turun kelapa sawit minyak goreng dan margarin. |
"Pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Allah SWT, kemudian pihak penyeleggara Majalah Sawit Indonesia, dan kepada sponsorship semuanya. Sangat senang bagi saya dapat predikat sebagai Juara II," kata Yogi melalui zoom virtual pada Webinar Majalah Sawit Indonesia bertemakan Inovasi Sawit dalam Industri Pangan (Rabu, 25 Mei 2022).
Lebih lanjut, Yogi, mahasiswa semester 6 yang menempuh pendidikan di Politeknik LPP Yogyakarta pada Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, tak lupa mengajak kepada semua yang hadir dalam acara webinar agar bersama-sama mengedukasi masyarakat luas. Menurut Yogi kelapa sawit dampaknya sangat baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta mengajak untuk bersama-sama memerangi kampanye-kampanye hitam sebagai musuh kelapa sawit Indonesia.
"Disini saya pengen mengajak kepada teman-teman sekalian, bahwasanya mari kita bersama-sama memerangi kampanye-kampanye hitam sebagai musuh kelapa sawit Indonesia. Maju Sawit Indonesia, Maju Indonesia," kata Yogi, pemuda asal Luwu Timur, asli Bugis Makassar.
Sebagai Peringkat II, Yogi mendapatkan Sertifkat Penghargaan dari Penyelenggara serta Uang Tunai senilai 5 Juta Rupiah. Adapun posisi sebagai Juara I diraih oleh Rifin Khong dengan karyanya Nasi Kebuli Nusantara, dan mendapat Sertifikat serta Uang Tunai senial 6 Juta Rupiah.

