![]() |
| Vira Irma Sari Dosen Sawit, muda & energik, lulusan dari Universitas Sumatera Utara (USU) & Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat ini sebagai Dosen dan juga merangkap sebagai Laboratoria CWE. |
Menurut Vira Irma Sari, salah satu Dosen Muda CWE dan juga merangkap sebagai Laboratoria (Lab Biologi, Lab Kimia, dan Lab Fisika), kegiatan di Kebun Percobaan Cipaku bertujuan untuk mengetahui, memahami dan praktik berbagai jenis perbanyakan vegetatif tanaman seperti cangkok, okulasi dan sambung pucuk.
"Mahasiswa terlihat antusias dan kabarnya banyak yang nanti mau mencoba (praktik) di kampung halaman masing-masing," tutur Vira.
Vira pun berharap akan adanya keberhasilan dari mahasiswanya yang berinisitif melaksanakan percobaan praktik perbanyakan vegetatif tanaman setelah kembali atau pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Setelah dari Kebun Percobaan Cipaku BPTP Jabar, selanjutnya tim menuju ke Museum Tanah dan Pertanian di Bogor.
"Alhamdulillah pihak museum merespon dan menerima permohonan kunjungan kami kali ini, karena museum sempat tutup beberapa saat lalu disebabkan pandemi. Museum ini bagus, menarik, lengkap, kekinian dan instagrammable banget. Hehe. Kayaknya di setiap sudutnya pengen difoto," lanjut cerita Vira.
Sebagai informasi Museum ini telah berdiri sejak 29 September 1988 dengan menempati gedung Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek atau Laboratorium Penelitian Agrogeologi dan Tanah, yang didirikan pada zaman Pemerintahan Belanda sekitar tahun 1900.
Museum Tanah dan Pertanian di Bogor adalah Museum Pertanian dengan nuansa “Bertolak Dari Masa Lalu, Menapak Ke Masa Depan” dimaksudkan untuk menampilkan sejarah tentang berbagai kegiatan pertanian dan peradaban pada masa lalu hingga masa sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang.
![]() |
| Vira dan sejumlah mahasiswanya saat foto bersama di Museum Pertanian |
"Tanah dari berbagai daerah di Indonesia disimpan dan dipajang dengan menarik sekali disini. Informasi, sejarah dan perkembangan pertanian Indonesia juga didokumentasikan dengan baik sekali sehingga kita tertarik melihat dan membacanya. Dan yang buat healing banget adalah rooftop museum yang super kece, dengan pemandangan gunung salak langsung. Love banget deh sama rooftop ini. Hehe." tutur Vira diakhir ceritanya.
Vira pun tidak lupa berterima kasih kepada Bapak Kepala Kebun dan seluruh Staff-nya atas sambutan, informasi, pengetahuan dan keramahannya.
"Semoga kegiatan kunjungan hari ini memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru untuk mahasiswa-mahasiswaku BPKS Angkatan 2020. Aamiin. Terima Kasih sudah nurut sama Bu Vira. Saya gak cerewet kan ya hari ini. Hehe. Semoga Kita bisa kunjungan lagi ke tempat-tempaat bagus dan bermanfaat lainnya, ya. Aamiin," demikian harapan Vira untuk mahasiswanya.
Sebagai informasi Program Studi Budiaya Perkebunan Kelapa Sawit (BPKS) salah satu prodi di Politeknik Kelapa Sawit CWE memfokuskan diri pada pengelolaan kelapa sawit di perkebunan. Dalam industri kelapa sawit, ini merupakan bagian hulu yang sangat penting. Dengan 114 SKS yang terdiri dari 53 SKS teori dan 61 SKS praktek, di sini Anda akan belajar hal-hal berikut yang sangat dibutuhkan semua perusahaan kelapa sawit, diantaranya: survey & mapping, land evaluation, land clearing, soil & fertilizer, nursery, harvesting, replanting, dsb.
Sedangkan Politeknik CWE sendiri merupakan Kampus Sawit pertama di Indonesia yang didirikan tahun 2006 di bawah naungan Yayasan Citra Widya Edukasi.
----
Buat Sobat Sawit yang ingin terhubung ke salah satu Dosen Sawit Milenial ini, Kamu dapat berteman melalui fb di akun Vira Irma Sari (atau klik disini). Vira Irma Sari merupakan Dosen di Politeknik Kelapa Sawit CWE dan lulusan dari Universitas Sumatera Utara (USU) & Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, aktif dalam berbagai Seminar Ilmiah sebagai Narasumber atau Pemakalah.

