![]() |
| Eny peserta wanita trainee angkatan kedua Asian Agri punya pesan bahwa wanita memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir dan peluang untuk menduduki posisi yang sama dengan pria (Foto - Asian Agri). |
Dilansir dari laman Asian Agri, Eny setelah menyelesaikan Strata 1 di USU pada tahun 2002, ia pun mengikuti proses rekrutmen di Asian Agri. Seperti planter pada umumnya, awal masuk di Asian Agri, Eny juga mendapatkan pelatihan dasar mengenai pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan di Asian Agri Learning Institute (AALI) yang berlokasi di Provinsi Riau.
Selama kurang lebih enam bulan, Eny yang merupakan satu-satunya trainee wanita pada saat itu, menempuh setiap tahap pelatihan kedisplinan yang ketat bersama kandidat lainnya.
“Menjadi satu-satunya trainee wanita di angkatan kedua AALI tidak membuat saya gentar, saya justru bersyukur karena saya dapat mengalahkan banyak kandidat pria lainnya yang berasal dari berbagai universitas negeri ternama di Indonesia,” ujar Eny seperti yang dilansir melalui halaman Asian Agri (14/2).
Lulusnya Eny dari AALI yang terkenal sebagai tempat membentuk planter dengan disiplin dan karakter yang kuat, serta memiliki pelatihan semi militer, menurutnya menjadi pembuktian bahwa wanita memiliki kesempatan dan kompetensi yang setara dengan pria sehingga mampu bersaing dan mengikuti seluruh proses tes sampai dinyatakan lulus.
Setelah mengikuti seluruh prosedur di AALI, Eny pun ditempatkan di bagian riset dan pengembangan (R&D). Eny bertanggung jawab untuk membuat trial-trial agronomi, kunjungan dan mengambil data ke lapangan, kemudian mengolah dan menyajikan data tersebut. Eny juga bertanggung jawab untuk melakukan kunjungan agronomi secara reguler, melakukan riset untuk rekomendasi pemupukan, dan beberapa percobaan yang sedang dikembangkan Eny yaitu mengenai kebutuhan pupuk di tanah aluvial atau tanah yang terbentuk karena endapan, untuk tanaman yang belum dewasa ataupun yang sudah dewasa.
Selain karir, Eny juga terlibat aktif di berbagai kegiatan sosial. Eny juga merupakan seorang ibu rumah tangga yang selalu menyisihkan waktu bersama keluarganya. Suami dan anak-anaknya sangat mendukung pekerjaannya, hal inilah yang membuatnya bahagia karena bisa mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya.
Menurut saya tidak ada pekerjaan spesifik yang hanya bisa dilakukan oleh pria saja, wanita juga bisa melakukannya jika memang benar-benar mau berusaha. Perkembangan sains yang semakin maju membuka kesempatan baik pria maupun wanita, karena itu yang terpenting adalah berani untuk melangkah dari zona nyaman guna mencapai potensi maksimal
Demikian pesan Eny untuk seluruh wanita di Indonesia, bahwa di era modern seperti sekarang, wanita memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir dan peluang untuk menduduki posisi yang sama dengan pria.
Oh iya Sobat sawit, jika kamu tertarik bekerja di perusahaan ini, bisa lihat disini, Loker Sawit Asian Agri. Atau bisa kunjungi website resminya untuk mendapatkan informasi terbaru, Disini.

