 |
| CEPOV ITERA Mobil Desa Berbahan Bakar Minyak Kelapa Sawit Murni Ciptaan ITERA. CEPOV ITERA terlihat dari samping (Foto: YouTube ITERA). |
Haisawit - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) resmi luncurkan Mobil Desa Berbahan Bakar Minyak Sawit Murni. Proses perakitan Mobil Desa ini sudah dimulai sejak November 2021 dan diberi nama dengan CEPOV ITERA-1 (Combustion Engine Palm Oil Vehicle atau CEPOV ITERA 1).
Seperti yang dirilis ITERA di laman resminya, perakitan CEPOV ITERA-1 atas kerja sama antara ITERA dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dimotori oleh tim dosen Teknik Mesin ITERA yang terdiri dari Rico Aditia Prahmana, M.Sc sebagai ketua tim, Lathifa Putri Afisna, M.Eng, T.M. Indra Riayatsyah, M.Eng,Sc, Achmad Gusfahmi, M.Si, dan Hadi Teguh Yudistira, Ph.D. Sementara dari dosen ITB didukung oleh Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo (FTMD ITB) dan Dr. Ir. Tirto Prakoso, S.T, M.Eng. (FTI – ITB).
Pelucuran Mobil CEPOV ITERA-1 bersamaan dengan Sidang Terbuka Wisuda ke-10 ITERA, Sabtu, 26 Maret 2022. Rektor ITERA Prof. Dr.-ing. Drs. Ir. Mitra Djamal IPU., secara resmi meluncurkan karya ITERA tersebut, dengan simbolis pemotongan pita dan mengendarai CEPOV ITERA-1 di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
"Mobil desa ramah lingkungan karya ITERA ini, menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat pedesaan yang kesulitan mengakses bahan bakar seperti solar atau bensin karena akses desa yang sulit dan minimnya pasokan bahan bakar,” ujar Rektor ITERA, seperti yang dimuat dalam laman resmi ITERA.
Mobil Desa CEPOV ITERA-1 sebagai jawaban atas adanya kebutuhan transportasi desa yang ramah lingkungan dengan bahan bakar yang mudah diakses. Mobil ini dibuat atas gagasan Rektor ITERA Prof. Dr.-Ing. Drs. Ir. Mitra Djamal, IPU., dan Staf Ahli Rektor ITERA Bidang Pengembangan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA., ini memanfaatkan minyak nabati sebagai bahan bakar untuk menggantikan bahan bakar fosil.
CEPOV ITERA 1 diklaim 1 Liter minyak sawit mentah atau CPO dapat menghasilkan sebanyak 800 mL atau 80% minyak sawit murni atau PPO serta dapat menempuh jarak sejauh 10 km dalam setiap 1 liter bahan bakar minyak sawit murni yang digunakan.
Dalam proses produksinya, minyak sawit murni yang dijadikan bahan bakar tidak harus melalui konversi menjadi biodesel, sehingga dapat menghemat biaya produksi. Pembuatan bahan bakar minyak sawit murni dilakukan melalui proses pengepresan biji sawit dan pemurnian berupa proses degumming untuk menghilangakn getah fosfolipid dan zat lain yang terbawa saat pengepresan. Berdasarkan perlakuan di laboratorium, 1 Liter minyak sawit mentah atau CPO dapat menghasilkan sebanyak 800 mL atau 80% minyak sawit murni atau PPO.
Ketua Tim Pembuat CEPOV ITERA-1, Rico Aditia Prahmana, M.Sc., menyampaikan, CEPOV ITERA-1 memiliki keistimiewaan dalam pemanfaatan minyak sawit nurni sebagai bahan bakar. Berdasarkan hasil uji Laboratorium Konversi Energi ITERA, mobil CEPOV ITERA-1 dapat menempuh jarak sejauh 10 km dalam setiap 1 liter bahan bakar minyak sawit murni yang digunakan.
 |
| Peluncuran Mobil Desa Berbahan Bakar Minyak Sawit Murni oleh Institut Teknologi Sumatera (Sumber Foto: itera.ac.id) |
Sebagai informasi, Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden 6 Oktober 2014 meresmikan ITERA yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Pendirian ITERA mendapatkan dibinaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam jangka waktu tertentu dengan kualitas minimal setara dengan ITB.
Saat ini ITERAmemiliki 35 Program Studi dari 3 jurusan yang ada, yaitu Jurusan Sains, Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, dan Jurusan Teknologi Produksi dan Industri.