SAWIT BEBAS: Poltek LPP Yogyakaarta
Tampilkan postingan dengan label Poltek LPP Yogyakaarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poltek LPP Yogyakaarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2022

Andhika Ardiansyah Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta Diterima 5 Perusahaan Sawit Sebelum Lulus Sidang Akhir

Andhika Ardiansyah mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta berhasil diterima di lima perusahaan kelapa sawit sebelum lulus sidang akhir.

Haisawit - Setelah mengikuti proses rekrutmen penerimaan karyawan di beberapa perusahaan kelapa sawit, Andhika Ardiansyah seorang mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta berhasil diterima di lima perusahaan kelapa sawit swasta. Pada saat mengikuti rangkain proses rekrutmen, Andhika masih dalam tahap sidang akhir kelulusan yang akhirnya dia capai tepat 02 Agustus 2022.

Pada proses penerimaan karyawan di perusahaan kelapa sawit Andhika mengikuti rangkaian open recrutment perusahaan melalui program management trainee bagi calon lulusan baru atau fresh graduate sebagai Asisten Agronomi.

Rangkaian open recrutment yang dilalui Andhika mulai dari seleksi tahap administrasi, psikotest, focus grub discussion, interview HR, Interview User hingga Medical Check Up.

“Dalam melalui tahapan recrutment sebagai fresh graduate harus memiliki keinginan terus mencoba pantang menyerah dengan semangat serta antusiasme yang tinggi, agar memacu diri untuk lebih baik lagi di setiap tahapannya”. Ujar Andhika yang memiliki background pendidikan pada Program Studi Pengelolaan Perkebunan Diploma IV.

Andika berpesan bagi mahasiswa yang berkeinginan terjun di perusahaan kelapa sawit untuk dapat mempersiapkan kemampuan hard skill dan soft skill yang didapatkan melalui pembelajaran akademik dan proses organisasi yang maksimal.

"Saatnya kaum millenials menjadi planters untuk berkontribusi pada perkembangan sawit baik kedepannya." Kata Andika kepada Haisawit.

Selama menempuh pendidikan Andhika merupakan Presiden Mahasiswa BEM Politeknik LPP Yogyakarta Kabinet Gerilya masa jabatan 2020 - 2021. Pengalaman inilah kemampuan soft skill kepemimpinan Andika yang salah satu sebab mengantarkannya diterima pada dunia pekerjaan.

Rabu, 25 Mei 2022

Sanggara Balanda Mengantarkan Yogi Pratama Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta Meraih Juara II Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit


Haisawit Medianet - Yogi Pratama, Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta berhasil meraih Juara Kedua pada Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia. Lomba ini berlaku dari tanggal 10 April sampai dengan tanggal 8 Mei 2022.

Pada lomba tersebut Yogi memilih tema dengan Kategori Masakan Nusantara, yaitu Sanggara Balanda. Menurut keterangan Yogi, Sanggara Balanda merupakan kue khas dari suku Bugis Sulawesi Selatan. Dalam pembutan Sanggara Balanda, Yogi menggunakan 2 produk hilir kelapa sawit yaitu margarine dan minyak goreng sawit.

Adapun kriteria penilaian yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara yaitu, makanan merupakan hasil kreativitas individu dan ataupun kelompok UMKM, penampilan makanan pada video presentasi harus komunikatif dan informatif, serta jumlah like di akun instagram peserta.

Kriteria penilaian yang di tentukan di atas berhasil dipenuhi oleh Yogi dan membuat para Tim Penilai menetapkannya menjadi pemenang kedua. Tim penilai yaitu, Chef Teddy Kosasih (Technical Baker Apical Group), Mukti Sardjono (Direktur Executive GAPKI), dan Achmad Maulizal Sutawijaya (Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS).

Foto Ilustrasi: Sanggara Balanda makanan khas Sulawesi Selatan yang dimasak menggunakan bahan produk turun kelapa sawit minyak goreng dan margarin.

"Pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Allah SWT, kemudian pihak penyeleggara Majalah Sawit Indonesia, dan kepada sponsorship semuanya. Sangat senang bagi saya dapat predikat sebagai Juara II," kata Yogi melalui zoom virtual pada Webinar Majalah Sawit Indonesia bertemakan Inovasi Sawit dalam Industri Pangan (Rabu, 25 Mei 2022).

Lebih lanjut, Yogi, mahasiswa semester 6 yang menempuh pendidikan di Politeknik LPP Yogyakarta pada Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, tak lupa mengajak kepada semua yang hadir dalam acara webinar agar bersama-sama mengedukasi masyarakat luas. Menurut Yogi kelapa sawit dampaknya sangat baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta mengajak untuk bersama-sama memerangi kampanye-kampanye hitam sebagai musuh kelapa sawit Indonesia.

"Disini saya pengen mengajak kepada teman-teman sekalian, bahwasanya mari kita bersama-sama memerangi kampanye-kampanye hitam sebagai musuh kelapa sawit Indonesia. Maju Sawit Indonesia, Maju Indonesia," kata Yogi, pemuda asal Luwu Timur, asli Bugis Makassar.

Sebagai Peringkat II, Yogi mendapatkan Sertifkat Penghargaan dari Penyelenggara serta Uang Tunai senilai 5 Juta Rupiah. Adapun posisi sebagai Juara I diraih oleh Rifin Khong dengan karyanya Nasi Kebuli Nusantara, dan mendapat Sertifikat serta Uang Tunai senial 6 Juta Rupiah.

Jumat, 20 Mei 2022

Antisipasi Terulang Kelangkaan Minyak Goreng, BEM Politeknik LPP Yogyakarta Mengusulkan 5 Tawaran Solusi

Antisipasi Terulangnya Kelangakaan Minyak Goreng di Masa mendatang, BEM Politeknik LPP Yogyakarta Menawarkan Solusi Penanganan (Foto: Pengurus BEM Politeknik LPP Yogyakarta)

Haisawit Medianet - Menyikapi kebijakan pemerintah terkait pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng selama beberap pekan terakhir yang mengakibatkan banyak polemik di masyarakat, BEM Politeknik LPP Yogyakarta melakukan diskusi secara virtual pada Kamis, 19 Mei 2022.

Diskusi tersebut juga di hadiri oleh Bapak Dr. Ir. Tungkot Sipayung, Direktur Eksekutif PASPI, dan puluhan mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta anak petani kelapa sawit.

Dalam diskusi tersebut bersepakat bahwa Permendag Nomor 22 Tahun 2022 bukan solusi yang efektif dalam penanganan kelangkaan ketersediaan dan melambungnya harga minyak goreng dalam negeri karena merugikan petani sawit.

“Dengan Peraturan Menteri ini, Menteri mengatur larangan sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined, Bleached and Deodorized palm olein (RBD Palm Olein) dan Used Cooking Oil (UCO),” bunyi aturan tersebut dalam pasal 2 ayat 1.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sebelum Presiden Joko Wododo mengumumkan (19/05/2022) membuka kembali ekspor minyak goreng yang baru akan mulai berlaku pada Senin 23 Mei 2022, telah terjadi banyak polemik di masyarakat, mulai dari penolakan petani kelapa sawit dan membuat mahasiswa perkebunan di sejumlah kampus mengambil sikap.

"Maka, berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta tenaga kerja di industri sawit -- petani, pekerja, dan tenaga pendukung lainnya -- saya putuskan bahwa ekspor minyak goreng dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022," tulis presiden Jokowi melalui akun instagram.

Saat ini harapan itu sudah dijawab langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan membuka kembali ekspor minyak goreng. Namun Permendag Nomor 22 Tahun 2022 masih menyisakan banyak dampak di masyarakat.

BEM Poltek LPP Yogyakarta Melakukan Kajian Secara Virtual Terkait Permendag Nomor 22 Tahun 2022 yang dihadiri oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, Direktur Eksekutif PASPI.

Menyikapi Permendag Nomor 22 Tahun 2022 yang saat ini menyisakan beberapa dampak yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya petani kelapa sawit, seperti halnya harga sawit yang belum stabil, dan mengantisiapasi terulangnya kelangkaan minyak goreng, Muhammad Nur Fadilla, Presiden Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta, menyampaikan tawaran solusi berikut ini:
    1. Penugasan BULOG untuk membeli minyak goreng melalui dana BPDP-KS dan mendistribusikan ke masyarakat dengan harga subsidi (dikontrol ketat satgas pangan).
    2. Evaluasi kinerja Kemendag Republik Indonesia. 
    3. Perbesar ranah kerja hilir Holding perkebunan khusus produk hilir minyak goreng.
    4. Tingkatkan pemberdayaan secara teknologi dan juga SDM petani kelapa sawit di tingkat koperasi.
    5. Lakukan penanganan solusi jangka panjang untuk kelangkaan minyak goreng dengan melibatkan kalangan petani sawit, mahasiswa perkebunan dan kelembagaan terkait agar tidak merugikan kalangan tertentu.
Senada dengan Fadilla, Andhika Ardiansyah Mahasiswa dari Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, yang saat ini sedang duduk di semester 8 (semester akhir) Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik LPP Yogyakarta, juga berharap pemerintah melakukan kajian mendalam dalam penanganan kelangkaan minyak goreng tanpa mengesampingkan petani kelapa sawit untuk menemukan solusi jangka panjang.

“Kami meminta kepada pemerintah melakukan kajian mendalam dalam penanganan kelangkaan minyak goreng tanpa mengesampingkan petani sawit untuk menemukan solusi jangka panjang”, ujar Andhika Ardiansyah, yang juga merupakan mantan Presiden BEM Poltek LPP Yogyakarta Periode 2020/2021.

Sebagai informasi Politeknik LPP Yogyakarta adalah sebuah politeknik yang berdiri dibawah Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang didirikan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Politeknik LPP didirikan dan ditetapkan dengan SK Mendikbud No. 66/D/O/1997 dan SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 319/Dikti/Kep/1998.

Pendidikan

Seminar

Perusahaan Kelapa Sawit