Haisawit Media - Applicant Tracking System (ATS) atau dalam Bahasa Indonesia diketahui sebagai Sistem Pelacakan Pelamar. Sistem ini merupakan software atau aplikasi yang membantu mempercepat seleksi kandidat yang mengajukan lamaran kerja di suatu perusahaan.
Menurut Patricia Setyadjie, ATS adalah system yg membantu para recruiter, HRD perusahaan untuk menyaring CV2 yang masuk, memonitor prosesnya, sampai status terakhir dari perjalanan recruitment tersebut. It's all about the data. Sampai CV Anda terbaca dan 'direkomendasikan' oleh ATS, you're just a number.
Berikut 16 Penyebab CV Anda ditolak System.
Hindari mengirimkan CV yang mengandung hal-hal berikut ini saat Anda apply kerjaan online, misalnya LinkedIn Jobs, Indeed, Glassdoor, Kalibrr, Jobstreet dan lain-lain:
- Gambar
- Grafik
- Simbol
- Text dalam kotak (alias text box)
- Tabel
- Ikon - emoji - emoticon
- Garis bawah
- Garis lurus vertikal
- Panel samping
- Background berwarna gelap
- Huruf Italic (miring)
- Tanda quote "
- Hyperlink (bisa website link, Linkedin Profile Hyperlink dll)
- Foto (yes, no foto diri)
- Font yang lebih kecil dari 11
- Font yang tidak umum (karena tidak semua komputer memiliki font2 baru). Lebih aman gunakan font standard saja misalnya Helvetica, Garamond, Arial, Georgia.
Pelajari lebih lengkap tentang CV ATS dan perbandingan CV ATS atau buka ATS melalui tulisan Patricia Setyadjie, klik: Apakah CV Anda "ATS" Friendly?
Sebaiknya Anda memiliki dua jenis CV, yaitu versi kreatif dan versi ATS. Meski Anda hanya membutuhkan salah satunya untuk melamar. Saat melamar lewat portal online Anda bisa menggunakan CV ATS. Jika Anda mengirim lamaran kerja via email atau menyerahkan secara langsung (hard copy) ke perusahaan bisa menggunakan versi kreatif atau versi ATS juga bisa.