SAWIT BEBAS

Rabu, 30 Maret 2022

Manfaat Minyak Kelapa Sawit

Haisawit - Ternyata ada banyak sekali manfaat minyak kelapa sawit untuk kesehatan. Minyak kelapa sawit sangat banyak manfaatnya baik untuk kesehatan, kosmetik, bahan bakar, dan lainnya. Untuk kesehatan tubuh sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsi dan pemakiannya.

Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan juga bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukan, karena keunggulan sifat yang dimilikinya, yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.

Pakar biokimia pangan dari SEAFAST Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Puspo Edi Giriwono mengatakan bahwa keunikan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) adalah kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, hingga 49%. Sehingga pada suhu ruang kita bisa melihat lapisan yang berbeda.

“Lapisan yang berbentuk cairan disebut Olein yang bisa diolah lebih lanjut menjadi minyak goreng yang dipasarkan. Lapisan berikutnya yang banyak mengandung asam lemak jenuh, disebut Stearin, bisa digunakan untuk berbagai macam produk seperti kosmetik shampoo, make-up dan lainnya. Semua manfaat ini bisa didapat dari kelapa sawit.” Kata lulusan Graduate School of Agricultural Science Tohoku University.

Selain manfaatnya yang banyak, industri minyak sawit juga paling efisien dan tidak boros dalam menggunakan lahan dibanding industri lainnya yang membutuhkan lahan sekitar 8—10 kali lipat dibanding sawit untuk memproduksi volume minyak yang sama.

Kajian tim riset Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menyebutkan, perkebunan kelapa sawit paling produktif dalam memanen energi surya dalam bentuk minyak ketimbang 17 jenis tanaman minyak nabati yang ada di dunia. Satu hektar kebun sawit mampu menghasilkan sekitar 5 ton minyak sawit. Sedangkan kacang kedelai dan bunga matahari hanya bisa menghasilkan sekitar 0,5 ton minyak per hektar.

Sumber: GAPKI Pusat - Manfaat Minyak Sawit

Selasa, 29 Maret 2022

Minat Kerja di Perusahaan Sawit Go Public ANJ Group? Ini Dia Peta Lokasinya Saat Ini

Perusahaan Sawit ANJ Group yang sudah go public ini memiliki usaha dibidang industri kelapa sawit mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua (foto: @anjgroup.id).

Haisawit - Halo Sobat Sawit, minat kerja di perusahaan kelapa sawit? Yuk kita "utak-atik" lagi informasi peta lokasi salah satu perusahaa kelapa sawit, yaitu Group PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ).

Sebelum lanjut, kita kenali dulu yuk seperti apa profil awal berdirinya ANJ. ANJ didirikan pada tanggal 16 April 1993 dengan nama PT. Austindo Teguh Jaya (ATJ). Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT. Austindo  Nusantara Jaya (ANJ) pada tanggal 16 Juli 1998.

Sobat Sawit, sebenarnya ANJ awalnya bukan perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit. Sebelum terjun ke sawit ANJ bergerak di bidang jasa keuangan, layanan kesehatan dan energi terbarukan serta agribisnis. Nah mulai tahun 2012, ANJ mulai berkonsentrasi pada sektor minyak kelapa sawit seraya memulai bisnis baru yang bersumber dari hasil pangan lainnya.

ANJ mulai go public pada tahun 2013 melalui Penawaran Umum Saham Perdana atas 10% dari saham ANJ yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Jadi, saat ini ANJ merupakan perusahaan induk dengan kegiatan utama bergerak di bidang produksi  dan penjualan minyak kelapa sawit, inti sawit, dan hasil pangan berkelanjutan lainnya.

Oh iya Sobat sawit, Jika kamu tertarik bekerja di perusahaan ini, kami rangkum lokernya khusus buat kamu, bisa lihat disini, Lowongan Kerja PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk. Atau bisa kunjungi website resminya untuk mendapatkan informasi terbaru.

Begitu ceritanya Sobat Sawit seperti yang kami rangkum dari Profil ANJ (29/3), perusahaan yang memilki kantor pusat di Menara BTPN Lantai 40 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5-5.6 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950.

Perkebunan Kelapa Sawit dan Cadangan Lahan

1. Perkebunan Sumatera Utara I

    • Luas : 9.954 hektare
    • Lokasi : Binanga, Sumatera Utara
    • Dioperasikan oleh : PT Austindo Nusantara  Jaya Agri (ANJA)
    • Kapasitas Pabrik : 60 ton/jam

2. Perkebunan Sumatera Utara II

    • Luas : 9.412 hektare
    • Lokasi : Padang Sidempuan, Sumatera Utara
    • Dioperasikan oleh : PT Austindo Nusantara  Jaya Agri Siais (ANJAS)
    • Kapasitas Pabrik: 60 ton/jam

3. Perkebunan Pulau Belitung

    • Luas : 16.307 hektare
    • Lokasi : Pulau Belitung, Bangka Belitung
    • Dioperasikan oleh : PT Sahabat Mewah dan  Makmur (SMM)
    • Kapasitas Pabrik : 60 ton/jam

4. Perkebunan Kalimantan Barat

    • Luas : 17.998 hektare
    • Lokasi : Ketapang, Kalimantan Barat
    • Dioperasikan oleh : PT Kayung Agro  Lestari (KAL)
    • Kapasitas Pabrik : 45 ton/jam

5. Cadangan Lahan Sumatera Selatan

    • Luas : 12.800 hektare
    • Lokasi : Empat Lawang, Sumatera Selatan
    • Dioperasikan oleh : PT Galempa Sejahtera  Bersama (GSB).

6. Cadangan Lahan Papua Barat

    • Luas : 91.209 hektare
    • Lokasi : Sorong Selatan dan Maybrat, Papua Barat
    • Dioperasikan oleh : PT Permata Putera Mandiri (PPM),PT Putera  Manunggal Perkasa (PMP), dan PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ)

Peta Lokasi ANJ Group - Sumber: Profil ANJ

ANJ memiliki empat perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi dan menghasilkan  tanaman buah kelapa sawit yang matang: dua perkebunan di Sumatera Utara, satu di Pulau  Belitung yang terletak di lepas pantai timur Sumatera, dan satu di Kalimantan Barat. Di  masing-masing perkebunan ini juga dioperasikan pabrik pengolahan kelapa sawit.

ANJ juga telah memulai penanaman cadangan  lahan yang dimiliki di Sumatera Selatan dan di  Papua Barat.

Senin, 28 Maret 2022

Mentorship & Coaching Assistant Trainee 2022 First Resources Ltd (Selamat Bagi Anda yang Lulus Seleksi FAT II & MAT I Tahun 2022)

Mentorship & Coaching Assistant Trainee (FAT II & MAT I 2022)

By: Daniel Sembiring Sinulaki
(Learning And Development Specialist, First Resources Ltd)

Agar kegiatan pelatihan dan pengembangan berjalan dengan lancar, setiap sesi dan kurikulum harus dibuat dengan cara yang menyenangkan. Peran aktif seorang mentor, coach sangatlah dibutuhkan untuk membangun suasana.

Pendampingan atau lebih dikenal dengan istilah Mentorship. Mentorship berakar kata dari Mentor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna pembimbing atau pengasuh.

Mentoring adalah sebuah program dimana seseorang yang akan berbagi ilmu dan juga pengalamannya kepada satu orang atau kelompok yang membutuhkan atau belum begitu mahir dalam suatu hal. Kata kunci dari kegiatan ini adalah berbagi ilmu dan pengalaman. Contohnya bisa ditemui pada proses pendidikan, pembinaan, dan pelatihan.

Sedangkan, coaching adalah kegiatan transfer skill yang bertujuan untuk membantu satu orang atau kelompok untuk mencapai tujuan atau target yang sedang dicapai. Kata kunci dari kegiatan coaching ini adalah untuk mencapai suatu tujuan atau goals. Contoh dari kegiatan coaching ini dilakukan pada sebelum melakukan perlombaan atau olimpiade.

Mentoring dan Coaching yang kita lakukan untuk Asisten Training angkatan I, II Tahun 2022, kita lakukan sejak di training 6 bulan, sampai dengan on the job di lapangan selama 2 tahun. Good luck.

Foto Bersama Bapak Daniel dengan Beberapa Peserta MT 2022

---
Bagi Sobat Sawit yang belum dan ingin terhubung dengan Bapak Daniel, silakan follow akun LinkedInd atau Instagramnya berikut ini: linkedininstagram.

Dan kami ingin menyapa Sobat Sawit yang lulus dalam program ini dengan ucapan SELAMAT & SUKSES. Buat Sobat Sawit yang pernah daftar dan belum diterima juga tetap semangat. Sobat Sawit tetap bisa pantau informasi lowongan kerja First Resources Group melalui Haisawit Media di link ini: Lowongan Kerja First Resources Group.

Konsumsi Minyak Sawit yang Ramah Lingkungan

Dilema Kelapa Sawit: Bisakah Kita Mengonsumsi Minyak Sawit yang Ramah Lingkungan?

Mungkin tidak banyak dari kita yang sadar bahwa minyak kelapa sawit ada di sekitar kita, mulai dari makanan hingga produk kebersihan seperti sabun dan sampo.

Sejak lama, sawit dianggap sebagai perusak lingkungan. Masalah lingkungan seperti penebangan hutan dan masalah sosial kerap muncul dalam proses produksi minyak sawit. Namun, apa benar kita harus menghindari minyak sawit?

Permasalahannya bukan pada komoditasnya, melainkan cara produksi dari komoditas tersebut. Jika sawit tidak mengorbankan hutan maupun lahan gambut untuk membudidayakannya, tidak ada masalah dengan keberadaannya. Bahkan, studi membuktikan bahwa sawit jauh lebih efisien dalam memproduksi minyak nabati dibandingkan tanaman minyak nabati lain. Sawit juga mudah diolah dan murah. Kuncinya adalah, produksi minyak sawit harus ramah lingkungan dan ramah sosial.

Sebagai konsumen, kita bisa ikut mendorong produksi sawit yang ramah lingkungan dan ramah sosial dengan memilih produk bersertifikasi sawit lestari. Walaupun saat ini belum banyak produk bersertifikat sawit lestari yang dapat kita temukan, namun permintaan kita akan produk berlabel sawit lestari akan meningkatkan ketersediaannya.

Yuk kita menjadi konsumen yang lebih teliti!
Sumber: wri-indonesia

Minggu, 27 Maret 2022

Horas...! Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Meluncurkan Kampus Sawit di Medan

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) perusahaan BUMN Launching Perguruan Tinggi Sawit di Medan, Sumatera Utara (Foto: itsi.siakadcloud.com - Mahasiswa ITSI Melaksanakan Paraktik)

Haisawit - Halo Sobat Sawit, ada kabar bagus ni khususnya kamu yang ada di Medan, Sumatera Utara. Pasalnya 18 Maret 2022 lalu di Medan telah diluncurkan kampus kelapa sawit yang dikelola oleh sebuah perusahaan milik negara yaitu PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) - PTPN III.

Untuk Sobat Sawit ketahui, PTPN III merupakan Badang Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil Perkebunan seperti kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, kakao, tembakau, aneka kayuan, buah-buahan dan aneka tanaman lainnya.

Penasaran nama kampusnya apa, yaitu Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) yang beralamat di Jl. Williem Iskandar (Pancing), Medan, Sumatera Utara.

Sebenarnya Sobat Sawit, ITSI ini adalah transformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan yang sebelumnya sudah dikenal dengan nama STIPAP Medan. Jadi tentu saja kampus ini tidak perlu diragukan lagi dengan keilmuan yang diajarkan khususnya dalam bidang perkebunan.

Proses transformasi dari STIPAP menjadi ITSI tersebut sesuai dengan Amanat Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 558/E/O/2021 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah, serta melakukan perubahan nama baru dari sebelumnya Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) menjadi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI).

Prosesi Launching ITSI di Medan (foto: ptpn4.co.id)

Kehadiran ITSI ini disambuat baik oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi. Gubsu menitipkan harapan agar ITSI dapat melahirkan mahasiswa yang berkualitas.

"Pertama kali lahirnya perkebunan di Indonesia adalah di Sumatera Utara, jadi saya harapkan agar ITSI dapat melahirkan mahasiswa perkebunan yang berkualitas," sebut Edy Rahmayadi.

So, buat Sobat Sawit yang penasaran dengan jurusan apa saja yang ditawarkan di kampus ITSI, yaitu ada Program Studi D4 Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dan D4 Budidaya Perkebunan.

Selain itu ada juga jenjang S1 dengan pilihan Program Studi S1 Teknik Kimia, S1 Agribisnis, S1 Proteksi Tanaman, dan S1 Sistem dan Teknologi Informasi.

Sekadar tambahan informasi, Sobat Sawit. Perbedaan D4 dan S1 yaitu D4 lebih mempelajari ilmu-ilmu praktik atau ilmu-ilmu terapan. Simpelnya D4 porsi praktiknya lebih banyak ketimbang teori. Lulusan D4 akan mendapatkan gelar S.ST atau Sarjana Sains Terapan. Sebaliknya, jenjang S1 biasanya lebih mempelajari hal-hal yang bersifat teoritis dan lulusannya biasanya memiliki keunggulan dalam segi teoritis dibandingkan terapan. Program S1 pun biasanya mempelajari 60 persen teori dan 40 persen praktik.

Oh iya Sobat Sawit, Haisawit selalu setia mempersembahkan informasi peluang karir di Perusahaan Kelapa Sawit buatmu. Informasinya semua ada disini: Lowongan Kerja Kelapa Sawit.

Sejalan dengan Gubsu Bapak M. Abdul Ghani Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara juga memiliki harapan terhadap lahirnya ITSI.

“ITSI diharapkan mampu berperan sebagai pusat pendidikan, riset dan inovasi kelapa sawit unggulan di Indonesia, sehingga akselerasi pembangunan industri dari hulu ke hilir semakin pesat dan mampu membangun ketahanan pangan dan energi nasional serta mewujudkan ekonomi berkelanjutan yang mensejahterakan petani,” sebut M. Abdul Ghani.

Untuk informasi tambahan seperti yang kami lansir dari laman PTPN IV, ptpn4.co.id, acara launching ITSI dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara M. Abdul Ghani, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Dwi Sutoro dan Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara Seger Budiarjo, perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Lukman, Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut Ibnu Fajar, Pembina Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta Gunawan Ciptadi, Direktur dan SEVP PTPN I, II, dan III, Rektor ITSI Aries Sukariawan.

Keren...! Pekerja Milenial Mendominasi di Perusahaan Sawit Sampoerna Agro Tbk

Sampoerna Agro mengoptimalkan SDM-nya melalui penerapan teknologi, dan memfokuskan pengelolaannya pada angkatan kerja baru, yang terutama berasal dari golongan milenial (foto: ilustrasi sgro, laporan tahunan 2020)


Haisawit - Halo Sobat Sawit, kali kita akan membahas peran dan partisifasi generasi milenial di dunia kerja khusunya di group perusahaan kelapa sawit. Apakah benar perusahaan sawit sudah memberikan ruang bagi generasi milenial atau justru masih didominasi generasi tua. Yuk kita bahas.

Namun sebelumnya, rasanya perlu kita ulas sedikit siapa sih itu generasi milenial. Oke deh, jadi gini menurut para pakar generasi Y atau genera milenial yang kita kenal adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Hal ini sebagimana yang dimuat di laman Kominfo dan bersumber dari republika.co.id dengan judul Mengenal Generasi Millennial.

PT. Sampoerna Agro Tbk dan entitas anaknya (group perusahaan) yang juga bergerak dalam industri kelapa sawit ternyata punya perhatian khusus terhadap pekerja dari kalangan milenial, Sobat Sawit.

Berdasarkan Laporan Tahunan perusahaan ini, Sampoerna Agro mengoptimalkan SDM-nya melalui penerapan teknologi, dan memfokuskan pengelolaannya pada angkatan kerja baru, yang terutama berasal dari golongan milenial.

Upaya di atas dilakukan oleh Sampoerna Agro dengan mengedepankan prinsip keadilan dalam memperlakukan karyawan serta memberikan kesempatan kerja yang setara mulai dari proses rekrutmen, kebijakan remunerasi, pelatihan, pengembangan karier dan promosi, serta pemutusan hubungan kerja. Semua ini dilakukan tanpa membedakan latar belakang, kelas sosial, jenis kelamin, suku, agama, budaya, orientasi seksual, dan politik.

Untuk Sobat sawit ketahui, PT. Sampoerna Agro Tbk Group sering bangat loh membuka lowongan kerja. Jika kamu tertarik bekerja di perudahaan ini kamu bisa lihat disini, Lowongan Kerja PT. Sampoerna Agro Tbk.

Laporan perusahaan per 31 Desember 2020 Sampoerna Agro dan entitas anaknya telah mempekerjakan total 8.441 karyawan.

Ditinjau dari jumlah karyawan berdasarkan kelompok usia karyawan dengan usia <25 tahun sebanyak 830 terdiri dari 678 laki-laki dan 152 perempuan. Usian 26-35 tahun sebanyak 3.139 terdiri dari 2.658 dan 481 perempuan. 36-45 tahun sebanyak 2.969 terdiri dari 2.470 dan 499 perempuan. 46-55 tahun sebanyak 1.478 terdari dari 1.246 laki-laki dan 232 perempuan. Usia >56 tahun sebanyak 25 terdari dari 21 laki-laki dan 4 perempuan.

Laporan Tahunan Sampoerna Agro 2020, Hal. 67.


Berdasarkan tabel di atas dapat kita lihat jumlah karyawan milenial Sampoerna Agro khususnya usia maksimal 35 tahun sebanyak 3.969 orang atau 47% dari total 8.441 karyawan.

Sobat Sawit, jika kita kembali ke pengertian milenial di atas, maka saat laporan perusahaan ini dibuat karyawan yang berusia 40 tahun masih kategori milenial. Artinya bisa saja Sampoerna Agro memiliki karyawan milenial mencapai 50% atau bahkan lebih.

Untuk diketahui PT. Sampoerna Agro Tbk (SGRO) beserta entitas anaknya merupakan perusahaan perkebunan yang berupaya untuk menjadi terdiversifikasi dan terintegrasi dalam jangka panjang. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang produksi untuk menghasilkan produk sawit, benih unggul sawit, karet, dan sagu. SGRO berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Riau.

Giman Sobat Sawit, tertarik bekerja di perusahaan PT. Sampoerna Agro Tbk? Tenang Sobat Sawit bisa Kepoin lokernya disini.

Jokowi Sebut Industri Sawit Jadi Penolong Petani Keluar dari Kemiskinan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan industri kelapa sawit telah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Haisawit – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan industri kelapa sawit telah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil produksi sawit nasional telah dimanfaatkan untuk berbagai produk makanan sehat, energi baru terbarukan dan produk sehari-hari.

“Sawit telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia sebagai produk makanan sehat, energi baru terbarukan maupun menghasilkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari kita,” tutur Presiden Joko Widodo dalam video rekaman di acara Penandatangan Perjanjian Penelitian dan Pengembangan antara BPDPKS dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Jakarta, Kamis (19/8).

Kepala negara ini menyebut industri sawit telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mulai dari membantu peningakatan kualitas kehidupan masyarakat pedesaan, membantu jutaan petani kebun skala kecil keluar dari kemiskinan, memberikan akses pendidikan dan layanan teknolgi informasi.

Presiden Jokowi mengatakan saat ini sudah saatnya masyarakat dunia mengetahui keseriusan Indonesia dalam mengubah industri sawit menjadi lebih baik. Caranya dengan menerapkan prakti-praktik terbaik dan elemen berkelanjutan di berbagai aspek sepanng rantai industri sawit.

“Saya akan terus memastikan industri ini memegang teguh komitmen mengelola sawit dengan berkelanjutan untuk mewujudkan hari esok lebih baik,” kata dia.

“Saya yakin dengan industri sawit yang bertanggungjawab dan pengelolaan berkelanjutan kita sambut masa depan yang lebih baik,” kata dia mengakhiri.

Sumber: liputan6.com

Pendidikan

Seminar

Perusahaan Kelapa Sawit