6 ORANG ALUMNI POLITEKNIK KELAPA SAWIT CWE REUNI DI TALKSHOW PLANTERS IPS DI SUMSEL
6 ORANG ALUMNI POLITEKNIK KELAPA SAWIT REUNI DI TALKSHOW PLANTERS
INDONESIAN PLANTER SOCIETY DI SUMATERA SELATAN
1. Aef Faturrahman bekerja sebagai Audit
6 ORANG ALUMNI POLITEKNIK KELAPA SAWIT REUNI DI TALKSHOW PLANTERS
INDONESIAN PLANTER SOCIETY DI SUMATERA SELATAN
REPLANTING KELAPA SAWIT YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
Fencentius Sinaga, SP
General Manager PT Sampoerna Agro Tbk
Replanting adalah Penggantian suatu jenis tanaman perkebunan kelapa sawit yang disebabkan oleh tanaman sudah tua atau tidak produktif. Berikut syarat-syarat tanaman yang perlu direplanting :
a. Umur tanaman kelapa sawit sudah mencapai usia tidak produktif lagi yaitu umur 25-30 tahunPekerjaan replanting memerlukan tahapan dan metode yang tepat agar hasil replanting sesuai dengan Standar Perkebunan Pada Umumnya yang nanti-nya diperoleh Produksi yang Maksimal. Berikut Tahapan pekerjaan repalnting di Perkebunan Kelapa Sawit :
A. REDESIGN BLOK & PENYUSUNAN TIME LINE
Redesign blok bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalkan pemanfaatan lahan serta design jalan sesuai kebutuhan. Redesign blok ini juga untuk memperoleh SPH (Stand Per Ha) yang maksimal dan penaataan areal yang sesuai Standar Teknis Perkebunan pada umumnya. Penentuan SPH sangat menentukan jarak antar tanaman dan jarak antar baris. Selain itu, penentuan SPH juga berdasarkan Benih atau progeny yang akan digunakan. Sebelum dilakukan replanting perlu dilakukan sensus tanaman untuk memastikan jumlah tanaman atau mengetahui SPH dan juga untuk mengetahui tanaman yang terserang Ganoderma yang nantinya ada perlakukan khusus untuk tanaman tersebut. Pekerjaan sensus pokok memerlukan waktu sekitar 1 bulan (rata-rata dalam satu kebun, jika menggunakan tenaga manusia). Dengan luasan Kebun > 10.000 Ha dilakukan improvement untuk mempercepat pekerjaan ini dan efisien secara biaya. Adaptasi dengan perkembangan teknologi digital era 4.0 saat ini maka diimplementasikan dengan digital sensus pokok melalui foto udara
B. REPLANTING TANAMAN KELAPA SAWIT
Repanting kelapa sawit harus dilakukan Zero Burning. Ada 3 metode Replanting di Perkebunan Kelapa Sawit yaitu :
1. Metode Tumbang – Chipping – Rumpuk Metode replanting dengan tumbang, chipping dan rumpuk memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan replanting metode merumpuk hasil chipping adalah pekerjaan lebih cepat, produktivitas / output tinggi, dan biaya terjangkau (sedang). Kelemahan replanting metode merumpuk adalah hasil chipping berada di permukaan yang beresiko tinggi terserangnya hama Oryctes dan timbulyya biaya pengendalian Oryctes, menyisakan bekas bonggol yang memerlukan biaya lebih esktra untuk menutupi lobang, terbatasnya akses ke dalam pokok, dan pengendalian gulma cukup sulit terutama bekas rumpukan. Metode Replanting Tumbang, chipping & rumpuk memiliki output 14 pokok/hm dan 9.3 HM/Ha sehingga rata-rata biaya replanting sebesar Rp. 6.000.000 – Rp. 6.500.000 (asumsi Rp. 650.000/Hm). Berikut urutan replanting dengan metode Tumbang, chipping dan rumpuk :
- Pancang Stacking Menyiapkan pancang kepala untuk menetapkan posisi rumpukan/stacking dengan menggunakan pancang kepala sesuai jarak tanam (baru). Tinggi Pancang 2 mtr dan diberi warna merah atau putih. Lebar rumpukan 5 mtr dan tinggi 2 mtr, setiap 7 mtr dibuat jalan supervise selebar 2 mtr.
- Tumbang Pokok Melakukan penumbangan dengan menggunakan excavator PC 200 yang telah dipasang blade chiiping. Arah penumbangan searah dengan jalur tanam baru dan dipastikan pada saat alat melakukan penumbangan tidak ada pekerja disekitar pokok akan ditumbang.
- Chipping – Rumpuk Pencacahan atau chipping dengan ketebalan maksimal 15 cm dan sudut potongan 450 - 600 . Chipping dimulai dari sisi bonggol kelapa sawit dan chpping memotong pelepah menjadi 2. Hasil Chipping dirumpuk pada pancang stacking dilapangan dengan lebar stacking maksimal 5 mtr dan tinggi stackingan 1 - 1.5 mtr.
- Penggalian Bekas Bonggol Pembongkaran bekas bonggol bertujuan untuk memastikan mata rantai dan sumber infeksi ganoderma terputus. Akar bekas pokok kelapa sawit digali dengan spesifikasi panjang 1 mtr, lebar 1 mtr dan dalam 1 mtr. - Normalisasi Areal Rendahan Normalisasi areal rendahan dengan menggunakan alat berat Excavator PC 200 untuk melakukan pembuangan air di area rendahan dan pembentukan parit baru untuk memaksimalkan areal tanam.
2. Metode Tumbang – Chipping – Serak Metode replanting dengan tumbang, chipping dan serak memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan replanting metode merumpuk adalah pekerjaan lebih cepat, produktivitas / output tinggi, dan biaya murah. Kelebihan replanting metode Serak adalah hasil chipping berada di permukaan yang beresiko tinggi terserangnya hama Oryctes dan munculnya biaya pengendalian Orycets, menyisakan bekas bonggol yang memerlukan biaya ekstra untuk menutupi lobang, akses ke pokok sangat sulit, dan pengendalian gulma sangat sulit yang memerlukan biaya tinggi. Metode Replanting Tumbang, chipping & Serak memiliki output 16 pokok/HM dan 8.1 HM/Ha sehingga rata-rata biaya replanting sebesar Rp. 5.000.000 – Rp. 5.500.000 (asumsi Rp. 650.000/Hm). Berikut urutan replanting dengan metode Tumbang, chipping dan serak :
- Tumbang Pokok Melakukan penumbangan dengan menggunakan excavator PC 200 yang telah dipasang blade chiiping. Arah penumbangan searah dengan jalur tanam baru dan dipastikan disaat alat melakukan penumbangan tidak ada pekerja disekitar pokok akan ditumbang.
- Chipping – Serak Pencacahan atau chipping dengan ketebalan maksimal 15 cm dan sudut potongan 450 - 600 . Chipping dimulai dari sisi bonggol kelapa sawit dan chpping memotong pelepah menjadi 2. Hasil chipping diserak di lapangan dan posisi hasil chipping tidak berlapis atau tersebar merata
- Penggalian Bekas Bonggol Pembongkaran bekas bonggol bertujuan untuk memastikan mata rantai dan sumber infeksi Ganoderma terputus. Akar bekas pokok kelapa sawit digali dengan spesifikasi panjang 1 mtr, lebar 1 mtr dan dalam 0.7 mtr.
- Normalisasi Areal Rendahan Normalisasi areal rendahan dengan menggunakan alat berat Excavator PC 200 untuk melakukan pembuangan air di area rendahan dan pembentukan parit baru untuk memaksimalkan areal tanam.
3. Metode Replanting Burial System Replanting Burial System merupakan metode dengan mengubur semua bekas tanaman lama ke dalam lubang galian sehingga proses dekomposisi terjadi di dalam tanah. Kelebihan System Burial ini adalah hilangnya breeding site hama penggerek daun yaitu Oryctes rhinoceros, Menjaga kondisi porositas tanah dan tidak menyisakan lobang bekas bonggol tanaman lama, mempermudah akses ke setiap pokok tanaman karena tidak terhalang oleh bekas rumpukan dan pengendalian gulma lebih mudah dan terkontrol dengan baik. Kelemahan atau kekuragan System Burial adalah biaya replanting lebih mahal dan pengerjaan membutuhkan standar input alat berat lebih besar. Replanting dengan system Burial memiliki output 48 HM/Ha sehingga rata-rata biaya replanting system burial sebesar Rp. 25.500.000 – Rp. 25.500.000 (Asumsi biaya HM Rp. 550.000 – Rp. 600.000). Berikut urutan replanting dengan metode Burial System :
- Pancang Jalur Lubang Menyiapkan pancang kepala untuk menetapkan posisi lubang Pancang setinggi 2 mtr dan diberi warna merah atau putih. Pembuatan lubang dengan ukuran Lebar 3 – 4 mtr dan kedalaman 2 - 2.5 mtr
- Penggalian Lubang Penggalian lubang sepanjang 250 meter arah utara selatan dengan menggunakan excavator PC 200 + bucket. Tanah galian di letakkan di sisi kiri dan kanan lubang dengan rapi
- Penumbangan pokok & Penutupan Lubang Pokok di tumbang dan dipotong 3, selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang galian. Lubang galian ditutup menggunakan tanah bekas galian dan dipadatkan
C. PEMANCANGAN TITIK TANAM Penentuan titik tanam dengan menggunakan kayu pancang tinggi 1 - 1,5 mtr. Penentuan SPH (Stand Per Ha) sebagai salah satu faktor dalam menentukan jarak tanam dan jarak antar baris. Setiap titik tanam harus dipancang
D. PEMBUATAN LOBANG TANAMAN Kegiatan replanting dalam jumlah luasan yang besar setiap tahunnya berdampak pada kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah banyak tetapi bersifat temporary. Hal ini menjadi tantangan untuk improvement mekanisasi, salah satunya pekerjaan pembuatan lobang tanam dengan menggunakan FT + PHD, inovasi ini sangat berdampak dengan percepatan target replanting. Dari sisi biaya, pembuatan lobang menggunakan Tractor+PHD sangat efisien dibandingkan dengan menggunakan tenaga kerja manual. Faktor lain adalah kesulitan untuk mencari tenaga kerja untuk menyelesaikan target tanam dengan luasan yang besar termasuk kesulitan melakukan supervisi pekerjaan. Dengan mekanisasi ini standard ukuran dan kualitas lobang akan lebih homogen.
E. PENANAMAN LEGUME COVER CROP Penanaman LCC/ kacangan mempergunakan jenis Mucuna Bracteate (MB) dengan kerapatan 420-480 polybag/Ha. Teknis penanaman MB, sebelumnya MB dibenihkan ke dlaam polybag kecil selama 4-6 minggu kemudoan baru dipindahkan ke lapangan. Disaat penanaman diberikan pupuk RP 40 gr/pk yang ditabur secara merata. Sebelum dilakukan penanaman kacangan ke lapangan, terlebih dahulu dilakukan pengendalian gulma dilapangan dan kacangan dirawat setiap 2 minggu sekali selama 3 bulan pertama.
F. PENANAMAN KELAPA SAWIT - Distribusi Bibit Penerimaan bibit adalah kegiatan penerimaan bibit yang berasal dari pembibitan untuk selanjutnya ditanam di areal. Distribusi bibit adalah suatau kegiatan mendistribusikan bibit kelapa sawit dari jalan ke titik tanam dalam areal - Pupuk Lubang Pemupukan lubang tanam adalah kegiatan pemberian pupuk dasar pada lubang tanam dan tanah galian lubang sebelum tanam bibit kelapa sawit. Contoh pupuk yang digunakan RP dan NPK - Penanaman Kelapa Sawit Menanam adalah suatu kegiatan menanam bibit kelapa sawit pada lubang tanam yang telah tersedia sesuai dengan standard agronomis. Konsolidasi adalah merupakan kegiatan untuk memperbaiki posisi tanaman kelapa sawit yang kurang baik (miring/condong, terlalu dalam/dangkal).
Dear All Planters
Link Pendaftaran Peserta Talkshow Planters *Peningkatan Kompetensi Stakeholder Menuju Sawit BAIK (Bersih, Akuntable, Integritas & Kesempurnaan)* Wilayah Sumatera Selatan, 4 Maret 2023. Pendaftaran GRATIS
https://forms.gle/Ymq7TTjXqdmBhABQ6
Noted :
Peserta Talkshow Planters hanya 100 orang dan kepesertaan akan dikonfirmasi oleh Panitia*
Salam Haisawitbebas
Salam Planter
haisawitbebas.com
haisawitbebas.data.blog
@haisawitbebas_official
#loker #lokersawit #lowongan #lowongankerja #sawitbebas #haisawit #kelapasawit #planter #perkebunan #perkebunansawit #karier #career #perkebunankelapasawit #cpo #hiring #vacant #job #jobseekers #plantation #palmoil #oilpalm #karet #agronomi #agroteknologi #sumatera #kalimantan #sulawesi #papua #seminar #seminarsawit #seminarplanter #seminarnasional
Sebagai organisasi resmi Profesi para Planters Indonesia, Indonesian Planters Society (IPS) mengadakan sebuah program Webinar Series Tahun 2023.
Dalam Webinar Series I, IPS mempersembahkan Webinar dengan tema *Peluang Karir Perempuan di Industri Perkebunan Kelapa Sawit*.
Webinar ini akan diikuti oleh Narasumber dari Indonesia dan Malaysia yang jenjang karir-nya luar biasa di Perkebunan Kelapa Sawit.
Narasumber Webinar adalah :
1. Ibu Lilis Suryani - Senior Estate Manager PT Sampoerna Agro Tbk (Indonesia)
2. Mrs Siti Zuwairiah Binti Abdullah - Estate Manager Sime Darby Plantation Berhad (Malaysia)
Moderator dalam webinar IPS Series I adalah Ibu Ramadhini Lubis - Kabid Tanaman PTPN IV
Jangan lewatkan kesempatan menarik ini. Segera lakukan pendaftaran pada bit.ly/WebinarIPS2023
✅ Free Registrasi
✅ Free E - Certificate
✅ Doorprize
✅ Sharing Knowledge
Ditunggu kehadirannya para Planters
*Bravo Planters*
*Bravo IPS* 🎉
Salam Haisawitbebas
Salam Planter
haisawitbebas.com
haisawitbebas.data.blog
@haisawitbebas_official
#loker #lokersawit #lowongan #lowongankerja #sawitbebas #haisawit #kelapasawit #planter #perkebunan #perkebunansawit #karier #career #perkebunankelapasawit #cpo #hiring #vacant #job #jobseekers #plantation #palmoil #oilpalm #karet #agronomi #agroteknologi #sumatera #kalimantan #sulawesi #papua #seminar #seminarsawit #seminarplanter #seminarnasional
Politeknik Citra Widya Edukasi Sukses Menggelar Wisuda Tahap II Tahun Akademik 2021/2022
Politeknik Citra Widya Edukasi mewisuda 42 lulusan pada Wisuda Tahap II Tahun Akademik 2021/2022 yang digelar Sabtu, 05 November 2022. Prosesi tersebut digelar di Auditorium Politeknik Citra Widya Edukasi yang dihadiri oleh wisudawan dari masing-masing strata.
Direktur Politeknik Citra Widya Edukasi Ir. St. Nugroho Kristono, MT. membuka sidang terbuka dan memwisuda sebanyak 42 lulusan Program Studi Manajemen Logistik. Lulusan berpredikat cum laude atau pujian berjumlah 23 lulusan. Selain para wisudawan telah menuntaskan pendidikannya, juga telah mengikuti dan lulus uji kompetensi. Uji kompetensi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik & Manajemen Industri (LSP TMI), yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyelenggarakan uji kompetensi.
Dalam sambutannya Nugroho mengatakan bahwa tantangan proses pembelajaran berbasis Internet of Think (IoT) & Artificial Intelligence (AI) akan semakin menjadi suatu kebutuhan untuk mendukung proses pembelajaran.
“Kita harus mulai berubah untuk mengikuti tuntutan jaman dalam persaingan perguruan tinggi di Indonesia yang semakin ketat. Walaupun tertekan selama masa pandemi covid, dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, bahwasanya Poltek CWE telah mendapatkan bantuan sumbangan berupa perangkat laptop bagi dosen dan staf, perangkat keras jaringan internet, drone, perangkat audio & video untuk ruang studio streaming, peralatan komputer untuk laboratorium Manajemen Logistik dan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, peralatan Lab Kultur Jaringan. Sedang dalam proses, tambahan peralatan untuk praktik monitoring & maintenance bagi mahasiswa TPHP.”
Nugroho mewakili seluruh civitas akademik sangat berterima kasih kepada Bapak Tjiungwanara Njoman, Bapak Yudha Negara Nyoman, Bapak Udjam Junus – Direktur Utama PT. Super Andalas Steel di Medan, bapak Haji Sukirman dan Bapak Ibu dari Widya Grup, baik yang di Jakarta, Sulawesi Barat, Bengkulu, dan Kalimantan Timur, Bapak Sular dari PT. UPS atas sumbangan peralatan laboratoria dan perangkat kerja di Poltek CWE.
Nugroho berpesan bagi seluruh wisudawan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (hard skill) yang diperoleh, akan lebih bermanfaat mendukung karir bila juga dilandasi nilai-nilai (soft skill), disertai keimanan dan ketakwaan yang kuat.
“Dengan gelar akademis dan sertifikat kompetensi yang telah Saudara raih, kami mengharapkan lulusan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi dapat terus berkarya, memberikan manfaat dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Nugroho.
Hendro Kartiko, S.P.
More information contact👇
Site : haisawitbebas.com
Contact : haisawitbebas.data.blog
Instagram : @haisawitbebas / @haisawitbebas_2
LinkedIn : Hai Sawit Bebas
Youtube : Hai Sawit Bebas
#kampus #planter #plantermilenial #wisuda #kampussawit #lokersawit #sawitbebas #haisawit #kelapasawit #planter #perkebunan #perkebunansawit #karier #career #perkebunankelapasawit #cpo #hiring #vacant #job #jobseekers #plantation #palmoil #oilpalm #karet #agronomi #agroteknologi #sumatera #kalimantan #sulawesi #papua
Suara Planter Milenial : Generasi Sawit Baru Bersatu, Saatnya Menjawab Tantangan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Bogor, 26 Oktober 2022
Dalam perekonomian Indonesia sektor pertanian secara tradisional dikenal sebagai sektor penting karena berperan antara lain sebagai sumber utama pangan, dan pertumbuhan ekonomi. Peranan sektor ini di Indonesia masih dapat ditingkatkan lagi apabila dikelola dengan baik, salah satunya pada komoditas kelapa sawit, mengingat kelapa sawit memiliki pontensi besar bagi perekonomian Indonesia, akan tetapi belum tergarap secara optimal.
Berangkat dari konteks diatas “Saya prihatin dengan para petani kelapa sawit sekarang, menurut saya petani kelapa sawit itu bagaikan kehausan ditengah pancuran, mereka buta akan teknis agronomi di tengah Indonesia yang menjadi pemimpin negara penghasil sawit terbesar dunia”. Tutur ketua Forum Pemuda Sawit Indonesia Hendro Kartiko S.P. ketika memberikan keynote speech dalam seminar: Pemuda Dalam Transisi Energi Berkelanjutan Berbasis Sektor Kelapa Sawit, di Bogor, Rabu (26/10).
Dalam membenah perindustrian kelapa sawit membutuhkan SDM yang mumpuni yaitu petani yang paham teknis agronomi yang baik agar terwujudnya ISPO. “Dewasa ini belum adanya organisasi atau instansi yang benar-benar fokus dalam penyuluhan teknis agronomi bagi petani Indonesia sebanyak 2,67 juta kepala keluarga dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit rakyat sebesar 6,94 juta Ha (45%),” terangnya.
Pemerintah melalui BPDPKS telah memberikan Beasiswa kepada 4.000 orang sejak tahun 2017 hingga 2022. “Sayangnya mahasiswa penerima beasiswa tersebut 89% telah diserap perusahaan dan instansi lain. Menurut saya apabila SDM tersebut dikembalikan lagi ke rakyat sebagai penyuluh untuk para petani, saya yakin hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit yang optimal dari sektor petani rakyat,” ujar Hendro.
Peran dan kontribusi pemuda diharapkan dapat dilakukan bagi sektor teknis agronomi sawit antara lain aktif memberikan masukan, saran dan pandangan sistematis tentang arah kebijakan penyuluhan teknis agronomi berbasis kelapa sawit berkelanjutan. Secara bergandengan bersama pemerintah melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat/petani dalam pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan. Lebih dari itu, generasi muda kini dapat berkolaborasi dengan industri dan perguruan tinggi dalam mengembangkan berbagai penelitian untuk menciptakan inovasi teknologi dan produk berbasis sawit yang andal, efisien dan berdaya saing. Tak hanya itu, generasi muda juga berkontribusi dalam diseminasi informasi terkait manfaat positif sawit, dan turut berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan produk berbasis kelapa sawit yang memiliki potensi besar di Indonesia.
“Maju atau mundur petani kelapa sawit merupakan representasi dari industri kelapa sawit,” pungkas Hendro.