SAWIT BEBAS

Senin, 26 April 2021

Sinyo P. Buntulinggi, HRD PKS PT. UWTL Sulbar - Masa Depan Cerah, Jangan Takut Berkarir di Perkebunan Kelapa Sawit

HAISAWIT.MY.ID, Bekasi - (25/04) Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Logistik (HIMANLOG) Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) menghelat Webinar Karir sekaligus Sharing Session Strategi Belajar Cerdas dari Alumni Berkualitas.

"Semangat kuliah, belajar dengan giat. Masa depan yang cerah sedang menanti dan Jangan pernah takut untuk berkarir di Perkebunan Kelapa Sawit", begitulah pesan Sinyo P. Buntulinggi yang didaulat menjadi salah satu narasumber yang diselenggarakan oleh HIMANLOG CWE pada 25 April 2021, dari pukul 14.00 - 16.00 WIB.

Sinyo P. Buntulinggi, HRD PKS PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL), lebih lanjut dalam pemaparan materinya yang disampaikan via zoom langsung dari Kab. Pasangkayu, Sulawesi Barat, lokasi PT UWTL, beberapa hal yang harus diperhatikan jika baru mulai bekerja di perkebunan kelapa sawit, khususnya bagi fresh graduate (lulusan baru) yaitu, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja, bisa bekerja secara individu dan tim, dan lebih terbuka dan menjaga hubungan dengan teman kerja.

Jangan pernah berharap bisa menyelesaikan tanggung jawab besar jika tanggung jawab kecil saja tidak bisa diselesaikan. Jangan bermimpi jadi Manager sementara Kerani saja tidak bisa. Jangan menuntut yang besar jika yang kecil tidak bisa.

Selain itu, menurut Sinyo yang juga merupakan alumni CWE lulusan Tahun 2013 “Dimanupun kita bekerja harus mengetahui dan menghargai budaya lokal. Diperkebunan itu kita tinggal di komplek perumahan karyawan dengan berbagai latar belakang, agama, budaya, dan lain-lain.”

Menurutnya, dengan luas mencapai lebih dari 16 juta ha peluang berkarir di sektor perkebunan kelapa sawit sangat besar. Berkarir di perkebunan kelapa sawit memberikan banyak keuntungan, sebagai contoh di masa pandemi Covid-19 saat ini bidang kelapa sawit salah satu industri yang tidak terdampak, produk dari kelapa sawit juga bisa diolah dan dikembangkan dengan berbagai produk turunan, masa depan kelapa sawit semakin cerah dengan adanya dukungan pemerintah ditandai dengan program pemerintah untuk menjadikan sawit sebagai bahan bakar B30-B100, selain itu bekerja di perkebunan kelapa sawit gaji cukup besar.

Ditengah peluang dan kesempatan yang masih terbuka lebar untuk berkarir di Perkebunan Kelapa Sawit, diakuinya di kebun kita harus siap dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi. Tantangannya adalah harus siap merantau dan bersedia tinggal di kebun yang  jaringan internet & telpon terbatas.

Sinyo, begitu sapaan akrabnya semasa kuliah di CWE, adalah salah satu mahasiswa yang sejak awal kuliah sudah mendapatkan beasiswa dari PT. Unggul Widya Teknologi Lestari. Pria kelahiran Rantekaton, Kab. Mamasa, Sulawesi Barat 30 Tahun yang lalu, semasa kuliah juga aktif dalam kegitan dan organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur HIMANLOG CWE dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Mantan aktivis mahasiswa ini, berpesan ke para mahasiswa yang hadir di acara ini, saat baru memasuki dunia kerja jika merasa dan menemukan kondisi lapangan tidak sesuai dengan teori yang di dapatkan di kampus jangan langsung menghakimi. Adaptasi dulu dan pelajari secara perlahan kondisi di lapangan.

Ia juga menceritakan, saat pertama kali bekerja tahun 2013 silam, ia langsung ditempatkan di Bagian HR dan memulai dari nol. Untuk mengembakan kemampuan di bidang HR, ia mulai aktif lagi belajar dari berbagai sumber termasuk melalui buku panduan yang disediakan perusahaan. Jadi saat bekerja jangan menunggu “disuapin”, kita harus kreatif dan siap mental.

Tantangan kita sebagai Alumni CWE harus mampu menjaga nama baik kampus dimanapun nanti bekerja. Karena berpengaruh dengan nama baik kampus. Di tempat kerja kita harus mempertahankan kualitas pekerjaan, dan menjaga kepercayaan yang diberikan perusahaan. Jika ingin risign pamitlah dengan baik-baik.

Jangan pernah berharap bisa menyelesaikan tanggung jawab besar jika tanggung jawab kecil saja tidak bisa diselesaikan. Jangan bermimpi jadi Manager sementara Kerani saja tidak bisa. Jangan menuntut yang besar jika yang kecil tidak bisa.

Dalam kesemapatan yang sama hadir pula Ir. M. Hudori, M.T., I.P.M. (Kepala Program Studi Manajemen Logistik), dan beberapa alumni Prodi Manajemen Logistik, yaitu Arsad Samsuddin, S.AB. (Bagian Kemahasiswaan CWE), Susanti, A.Md. (BILLING Departement Air Import PT. Yamato Indonesia Forwarding, Jakarta) sekaligus sebagai pemateri, I Made Herka Purnawan, A.Md. (PT. Manakarra Unggul Lestari, Sulawesi Barat), dan beberapa alumni lainnya.

Peserta Webinar Karir & Sharing Session Himanlog CWE (25/04)

Jumat, 09 April 2021

Webinar Karir - FREE...! Jakarta Planters Club: Kiat Ampuh Menghadapi Proses Recruitment & Interview Kerja

Haisawit, Webinar Sawit - Jakarta Planters Club (JPC) merupakan komunitas yang terus berbagi ilmu dan pengalaman, kembali mempersembahkan WEBINAR #3 (Tahun 2021) melalui zoom meeting dengan topik "Kiat Ampuh Menghadapi Proses Recruitment & Interview Kerja".

Webinar ini akan dilaksanakan Sabtu, 10 April 2021 Pukul 10.00 - 12.00 WIB, Live Zoom, di pandu oleh moderator: Aman Mustika ST, MM (Ketua JPC).

Adapun narasumber dalam webinar ini, yaitu Bpk. Hendra Cipta Pandiangan (HR-Recruitment).

Mari bergabung bersama kami di Free Webinar Jakarta Planters Club (JPC). Berlaku untuk anggota JPC Academy dan Umum.

Berikut Link Pendaftaran : https://chat.whatsapp.com/IIm28iRlKqoILXxp4vkpQWINGAT GRATIS untuk Anggota JPC dan terbuka untuk umum.


Jumat, 02 April 2021

Webinar Tips Wawancara Kerja untuk Fresh Graduate, 4 April 2021



Haisawit, Webinar Karir - Halo teman-teman fresh graduate, Career Date Rumah Millennials X UIN Jakarta kembali akan diselenggarakan. Kali ini dengan tema: Jobs Interview for Fresh Graduate 101.

Tentunya bagi teman-teman baru lulus sangat perlu mengetahui tips interview kerja agar hasilnya maksimal. Tema ini tentu sangat menarik untuk diikuti sebagai bentuk mempersiapkan diri dalam menghadapi interview kerja.

Pastinya banyak keuntungan yang bakal teman-teman dapat jika mengikuti kegiatan ini. Diantaranya penyelenggaraan bakal menyediakan E-Setifikat. Selain itu, teman-teman punya relasi baru, dan yang paling terpenting adalah ilmu yang bermanfaat.

Kegiatan ini bakal diselenggarakan pada Hari Minggu, Tanggal  4 April 2021, Pukul: 10.00 - 12.00 WIB, via Zoom Meeting.

Langsung aja daftarkan dirimu melalui Link Pendaftaran berikut ini:

Kamis, 25 Februari 2021

Webinar JPC, Free - Mengenal Program Management Trainee (MT) Perkebunan Kelapa Sawit (Sabtu 27 Februari 2021)

Haisawit, Webinar Sawit - Jakarta Planters Club (JPC) merupakan komunitas yang terus berbagi ilmu dan pengalaman, kembali mempersembahkan WEBINAR #2 (Tahun 2021) melalui zoom meeting dengan Judul "MENGENAL PROGRAM MANAGEMENT TRAINEE (MT) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT".

Webinar ini akan dilaksanakan Sabtu, 27 Februari 2121, Pukul : 10.00 - 12.00 WIB, Live Zoom, di pandu oleh moderator Weni Pratiwi (Member JPC Academy).

Adapun narasumber dalam webinar ini, yaitu:

  1. Fitrial Rustam (Head of Training Center PT. BUM)
  2. Arie Firmansyah K (Organization Development Section Head PT. DAW)

Daftarkan diri Anda sekarang sebelum kuota penuh, kita berdiskusi terkait MT bersama planter yang bergerak di bidang training dan organization development serta pengurus dan member Jakarta Planters Club.

Khsusunya buat kamu yang masih sekolah atau sedang kuliah di jurusan pertanian jangan sampai ketinggalan

Berikut Link Pendaftaran : https://forms.gle/uZZ7Kwov84EfkUke7INGAT GRATIS ya dan terbuka untuk umum.


Kamis, 11 Februari 2021

Sutarto Hadi, HR Vice President Teladan Prima Group - Tantangan Mengelola SDM Millennial di Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Generasi Millennial adalah terminologi yang saat ini masih banyak diperbincangkan. Dalam berbagai forum diskusi para praktisi Human Capital (HC), pembahasan tentang generasi millennial selalu saja menarik perhatian terutama jika dikaitkan dengan karakter, tuntutan dan persentase turn over. Lebih menarik lagi, jika dikaitkan dengan persepsi dan curhatan dari para pimpinan kebun yang rata-rata mengeluhkan sikap, kompetensi dan kinerja karyawan generasi millennial dengan label-label negatif seperti; nggak bisa kerja, lembek, tidak tegas, tidak loyal, suka bermimpi yang muluk-muluk, suka narsis, kurang memiliki rasa hormat, gila teknologi dan banyak lagi label lainnya. Lantas, siapa sih sesungguhnya generasi millennial itu?

Generasi millennial atau generasi Y (Gen Y), merupakan kelompok demografis yang lahir antara tahun 1981 hingga 2000. Mengingat generasi ini menandai datangnya millennium baru yaitu millennia 21, maka penyebutan generasi millennial lebih popular dari pada Generasi Y. Mereka adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers (1946 – 1964) dan sebagian kecil dari Gen X (1965- 1980). Saat ini, generasi millennial berusia antara 17 hingga 38 tahun (usia produktif).

Dari kajian beberapa peneliti, generasi millennial memang cenderung unik dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Keunikannya terletak pada penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik yang sangat kental. Karenanya, millennialis seakan tidak bisa lepas dari internet, hiburan, dan traveling. Generasi ini banyak menggunakan gadget dan teknologi komunikasi instan seperti; facebook, instagram, whatsapp, twitter, path dan mereka juga suka main game online. Dapat disimpulkan bahwa ciri khas dari generasi ini adalah menjadikan teknologi sebagai gaya hidup (lifestyle). Namun demikian, generasi millennial memiliki banyak karakter positif, yakni; sangat kreatif, optimis, terbuka, sangat reaktif terhadap perubahan, percaya diri, memiliki perhatian yang lebih terhadap ‘wealth’ atau kekayaan dan lebih suka bekerja keras dalam bidang usaha yang digeluti untuk kemudian dinikmati dengan berpetualang yang menantang.

Kelemahan generasi millennial adalah mentalitasnya instan. Mereka cenderung ingin hasil yang serba cepat, suka mengeluh untuk suatu pekerjaan yang memerlukan upaya keras dalam waktu lama, kurang siap untuk jatuh bangun atau gagal berkali-kali. Hal lainnya adalah mereka cenderung tidak tahan berada dalam lingkungan pekerjaan yang tidak segera membawanya ke tingkat atau jabatan yang lebih tinggi. Mereka yang bekerja di perkebunan, umumnya pada saat ini posisinya masih dominan di level Asisten, sebagian Asisten Kepala dan sebagian kecil sudah di posisi Manager Up.

Berdasarkan usia, para pimpinan kebun saat ini semestinya dominan berasal dari Gen X dan hanya sedikit dari Generasi Baby Boomers. Gen X mempunyai karakter yang cukup significant berbeda dengan Gen Y, yakni mampu menerima perubahan dengan baik sehingga disebut sebagai generasi yang tangguh, memiliki karakter mandiri, loyal (setia), sangat mengutamakan citra diri dan tipe pekerja keras. Namun, Gen X juga mempunyai beberapa kekurangan, yakni selalu menghitung kontribusi yang telah diberikan perusahaan terhadap hasil kerjanya. Generasi X dan Y tentunya mempunyai sifat positif dan negatif masing-masing. Dengan memahami perbedaan mereka, diharapkan manajemen atau para pemimpin perusahaan dapat mengerti karakter generasi sesuai dengan ciri khasnya untuk kemudian mengembangkan gaya kepemimpinan dan budaya perusahaan yang lebih efektif.

Di Indonesia, proporsi generasi millennial sekitar 34,45% dari total penduduk (Aziz 2018). Artinya, secara jumlah generasi millennial sebenarnya memiliki peran penting untuk menentukan masa depan negeri ini dan tentu juga berpengaruh terhadap masa depan perkebunan kepala sawit Indonesia. Dengan demikian, salah satu kunci masa depan perkebunan kelapa sawit adalah terletak pada bagaimana kreatifitas kita dalam mengelola SDM millennial tersebut. Jika sebagai pemimpin, kita bisa mengelola mereka dengan baik, maka akan dapat mendukung growth perusahaan, tapi jika kita tidak peka terhadap karakteristik Gen Y dan tidak mau merubah sikap dalam mengelola mereka, maka sebaliknya akan menjadi potensi masalah bagi kinerja perusahaan.

Dengan terbukanya kembali pasar CPO ke Eropa, komitmen China untuk menambah kuota impor CPO, adanya kebijakan penggunaan Bio Diesel dan Bio Avtur pesawat, nampaknya menjadi ‘vitamin’ baru yang akan menambah stamina bagi pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Namun, perkembangan tersebut masih akan menghadapi tantangan krisis SDM, bukan karena jumlahnya yang kurang tetapi karena karakter, tuntutan dan minat mereka untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit cukup rendah. Krisis SDM tersebut sebenarnya sudah sangat dirasakan oleh para praktisi HC, yakni dari sulitnya mendapatkan talent dari Peruruan Tinggi karena preferensi para kandidat lebih cenderung bekerja di perkotaan dan non perkebunan. Singkatnya, jangankan mencari calon karyawan level staff, mencari tenaga kerja panen saja HC sudah kesulitan dan cenderung akan semakin sulit. Sementara di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia per Agustus 2017 masih cukup banyak, yakni 7,04 juta orang. Inilah tantangan saat ini dan kedepan yang harus dihadapi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk bisa exist dan bertumbuh. Lalu, apa yang harus dilakuan?

Dalam rangka menumbuhkan kembali dan meningkatkan minat bekerja di perkebunan kelapa sawit, maka perlu adanya dukungan dan collaboration strategy dari para stakeholders kelapa sawit. Re-branding adalah salah satu langkah guna menjadikan perusahaan sebagai Employee of Choice (EOC). Branding dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Perusahaan untuk dapat dipilih oleh talent terbaik juga harus memiliki kualitas yang bagus di sisi internalnya. Ada lima faktor perusahaan jika ingin menjad EOC adalah V.O.I.C.E, yakni; Vision perusahaan, Opportunity karir, Insentive yang didapatkan, Community, dan Entrepreneur dalam hal bekal yang diberikan pada talent-nya.

Selanjutnya kita juga perlu mengetahui tips bagaimana mengelola karyawan generasi millennial secara efektif. Untuk bisa mengelola mereka secara efektif, tentu perlu mengakomodasi gaya kerja mereka. Mereka lebih senang melihat atasan sebagai mentor dan pelatih daripada sebagai bos. Kolaborasi dan melibatkan mereka dalam proses, akan membuat para millennial merasa diterima, memberikan hasil kerja yang berkualitas, dan merasa nyaman. Dari hasil diskusi dengan para praktisi HC dan berbagai literatur, secara ringkas dapat kami paparkan beberapa tips dalam mengelola generasi millennial melalui perubahan strategi, dan policy perusahaan, serta perubahan dalam pola kepemimpinan sebagai berikut:

  1. Ciptakan budaya perusahaan yang menarik, tempat kerja yang menyenangkan dan seimbang dengan kehidupan pribadi mereka
  2. Mendidik para Manajer up agar bisa berfungsi sebagai mentor sekaligus coach sehingga mereka bisa menjadi bapak asuh yang baik bagi para mellennialis
  3. Me-redesign pekerjaan berbasis teknologi atau aplikasi digital sehingga lebih menarik dan tidak membosankan
  4. Memberikan ruang bagi generasi millennial untuk melakukan inovasi
  5. Buat struktur organisasi yang jelas, job description, target yang menantang, KPI dan rewarding yang menarik
  6. Dorong mereka untuk bekerja secara tim dengan baik (minimal 2 orang) karena mereka sangat suka berkumpul
  7. Penuhi dan perbaiki standar sarana yang menjadi kebutuhan mereka, seperti kendaraan, rumah lengkap dengan isinya, komunikasi, sarana olahraga, internet, fasilitas hiburan dan fasilitas lainnya yang mereka butuhkan
  8. Intervensi benefit dengan memberikan fasilitas seperti holiday, kesehatan full cover, beasiswa pendidikan, bonus istimewa, dan jenis penghargaan lainnya.
  9. Terapkan performance management dengan baik dan susun Human Asset Value serta career path mereka secara jelas.
  10. Mengembangkan organisasi pembelajaran. Hal ini penting dilakukan karena generasi millennial sangat antusias terhadap perubahan dan hal-hal yang baru.
  11. Mereka dapat melakukan multitasking tapi masih sangat memerlukan arahan dari atasan untuk menjalankan tugasnya
  12. Pimpinan harus rajin menanyakan perkembangan dari tugas yang diberikan
  13. Bantu memberikan penjelasan tentang aturan dan harapan dari Manajemen serta pastikan mereka bisa menterjemahkan dan mengimplementasikan
  14. Hormati ide dan usul mereka serta ingatkan mereka dengan cara yang baik jika insiatif yang mereka ambil tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan
  15. Buat mereka selalu tertantang dengan tugas dan target yang diberikan 16. Para pimpinan kebun harus bisa menjadi leader – role model yang bisa menjadi pedoman dan panutan mereka.
Para pimpinan kebun dan Manajemen harus sadar dan paham bahwa generasi millennial sangatlah unik. Tidaklah bijak membanding-bandingkan karakter generasi millennial dengan generasi mereka dahulu, karena memang sudah beda zamannya. Sehingga tips di atas, hanya akan berjalan efektif jika didukung oleh komitmen Manajemen dan para pimpinan kebun. Pimpinan kebun haruslah mempunyai sifat sabar-aktif. Sabar dalam menghadapi karakter mereka yang unik dan aktif dalam mengajari mereka sehingga bisa bekerja secara profesional. Sekali mereka mengerti dan termotivasi, maka kinerja mereka akan melaju dengan pesat, apalagi pimpinan kebun bisa memberikan ide-ide baru dan visi-visi inovatif yang menantang, maka hal itu akan mempercepat karyawan generasi millennial menjadi profesional dan future leader (talent).

Sekali mereka mengerti dan termotivasi, maka kinerja mereka akan melaju dengan pesat, apalagi pimpinan kebun bisa memberikan ide-ide baru dan visi-visi inovatif yang menantang, maka hal itu akan mempercepat karyawan generasi millennial menjadi profesional dan future leader (talent).

Untuk memimpin generasi millennial, George Bradt menawarkan ide Brave Leadership yang merupakan kependekan dari Behavior, Relationship, Attitude, Values, dan Environment. Behavior, generasi millennial menghindari batasan antara atasan dan mereka yang bekerja sebagai bawahan. Berikan akses informasi terhadap mereka karena generasi millennial cenderung memiliki rasa ingin tahu yang lebih terhadap situasi perusahaan dan bagaimana pekerjaan mereka dapat membantu tercapainya visi perusahaan. Relationship, semua orang memerlukan respek atau rasa hormat, begitu pula generasi millennial, mereka sangat memerlukan rasa hormat. Jadilah pendengar aktif dan berilah feedback dengan cara yang tepat kepada mereka. Attitude, generasi millennial memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya maupun masa depannya. Pandangan yang positif ini membuat para pemimpin lebih mudah menyemangati mereka dan menawarkan berbagai tantangan bagi mereka. Para millennial, sangat senang diberi kepercayaan melakukan pekerjaan yang baru dan menantang. Values, para millennial cenderung memiliki komitmen pada pekerjaan yang punya value dan memberikan banyak manfaat. Perusahaan yang berkomitmen kepada kepentingan banyak orang, memberi manfaat bagi masyarakat, peduli lingkungan dan mempermudah serta mempercepat urusan banyak orang sangat disenangi kaum millennial. Environment, mereka sangat enjoy bekerja di lingkungan yang terbuka, mudah mengakses informasi, bisa bekerja lintas daerah dan lintas benua. Ciptakanlah lingkungan dan suasana kerja yang menyenangkan serta senyaman mungkin. Lingkungan seperti inilah yang membuat generasi millennial betah bekerja dan berkarya di perusahaan Anda.

---

Oleh: Sutarto Hadi, S.P., M.M.HR Vice President (Teladan Prima Group) Member Executive - Indonesian Planter Society (IPS)

Minggu, 31 Januari 2021

Tips Wawancara Kerja - Afra Adzani Ketua Rekruter Indonesia Bersatu: Tips Pada Saat & Sebelum Wawancara


Wawancara kerja (job interview) adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dalam melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Berikut ini kami bagikan tips wawancara yang disampaikan oleh Ibu Afra Adzani, Ketua Rekruter Indonesia Bersatu (RIB). Simak dibawah ini.

Salah satu pertanyaan wawancara yang menantang: "Kenapa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini?" 

Pertanyaan di atas cukup sering ditanyakan kepada kandidat pada saat wawancara. Apa yang sebaiknya teman-teman jawab?

Ketika sebuah perusahaan mencari seorang karyawan, perusahaan ingin mempekerjakan kandidat terbaik dari seluruh kandidat yang melamar.

Sebelum Wawancara;

  1. Pastikan membaca 'Deskripsi Pekerjaan' (DP) yg terdapat pada lowongan kerja dengan seksama. Jika tidak ada, coba cari di Google nama posisi yg dilamar dan carilah DPnya.
  2. Pelajari 'Kualifikasi' bagian Pendidikan dan/atau Hard skill yg paling dibutuhkan dari perspektif perusahaan.
  3. Ketahui poin-poin apa saja yg paling menonjol atau pencapaian-pencapaian yang dimiliki oleh teman-teman yang berkaitan dengan 'Kualifikasi'.
  4. Persiapkan diri dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yg relevan dgn 'Kualifikasi' yang dimana teman-teman memenuhinya.

Pada Saat Wawancara, hal-hal yang perlu teman-teman yakinkan kepada pewawancara adalah bahwa teman-teman;

  • Memiliki kombinasi pendidikan dan/atau kemampuan (hard skill dan soft skill) dan/atau pengalaman yang relevan dengan 'Kualifikasi' dari perusahaan
  • Dapat berkontribusi dan memberikan hasil yang diharapkan oleh perusahaan
___
Tips diatas telah di bagikan Ibu 
Afra Adzani melalui akun LinkedInnya. Dan sudah mendapat persetujuan dari Ibu Afra Adzani untuk dibagikan di haisawit. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

Sabtu, 30 Januari 2021

Tips Interview Online - Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd

HaisawitSebelum mengiktui interview yang dilaksanakan secara daring adanya baiknya Anda memahami beberapa hal yang perlu dipersiapakan dan dilakukan saat interview online. Interview online tidak akan sama persis dengan interview yang dilaksanakan secara langsung. Akan tetapi tujuan dari interview online sama saja dengan interview secara langsung yaitu mendapatkan kandidat yang tepat.

Persiapan (dari peserta) yang baik tentu mempengaruhi hasil akhir dari interview yang kita (HRD Perusahaan) lakukan (intervie kerja). (Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd).

Dikutip dari liputan6.com, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020 pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 Juta Orang. Jumlah pengangguran yang mencapai 6.88 Juta orang tentu saja angka yang cukup besar. Persaingan para pencari kerja cukup ketat. Oleh karena itu, selain kemampuan Hard Skill dan Soft Skill juga diperlukan persiapan yang baik dalam melamar pekerjaan.

Kegagalan diterima di suatu perusahaan bukan hanya karena faktor kurangnya prestasi tetapi bisa juga disebabkan oleh gerak-gerik yang kurang pantas saat interview atau koneksi terputus (jaringan tidak stabil) saat interview online dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan baik.

Terkait dengan interview online sebagaimana yang kami singgung di awal, berikut beberapa tips yang sangat bagus seperti yang di sarankan oleh Bapak Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd.

Tips Interview Online Video Call

Dengan interview online video call, orang yang mewawancarai kamu akan tetap bisa melihat sikap dan perilaku ketika mewawancarai kamu layaknya mewawancarai kamu dalam satu ruangan. Untuk itu, jangan sampai menyepelekan interview online. Persiapkan diri kamu dengan baik ketika akan melakukan interview online dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

    1. Membaca Email dan Panduan dari Perusahaan.
    2. Pastikan Jaringan dengan koneksi yang Stabil
    3. Berpenampilan Rapi, Sesuai Dress Code yang dianjurkan perusahaan.
    4. Pastikan Pencahayaan, Tempat dan Posisi Anda pada kondisi terbaik
    5. Menperkenalkan diri dengan menampilkan yang terbaik dari Anda.
    6. Melakukan Research, Penelusuran, Referensi Informasi terkait dengan perusahaan dan posisi yang dilamar

Keenam tips diatas adalah berdasarkan pengalaman yang sering kita sarankan ke peserta interview, persiapan yang baik tentu mempengaruhi hasil akhir dari Interview yang kita lakukan. Semoga Bermanfaat. Good Luck.

Pendidikan

Seminar

Perusahaan Kelapa Sawit