SAWIT BEBAS

Kamis, 11 Februari 2021

Sutarto Hadi, HR Vice President Teladan Prima Group - Tantangan Mengelola SDM Millennial di Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Generasi Millennial adalah terminologi yang saat ini masih banyak diperbincangkan. Dalam berbagai forum diskusi para praktisi Human Capital (HC), pembahasan tentang generasi millennial selalu saja menarik perhatian terutama jika dikaitkan dengan karakter, tuntutan dan persentase turn over. Lebih menarik lagi, jika dikaitkan dengan persepsi dan curhatan dari para pimpinan kebun yang rata-rata mengeluhkan sikap, kompetensi dan kinerja karyawan generasi millennial dengan label-label negatif seperti; nggak bisa kerja, lembek, tidak tegas, tidak loyal, suka bermimpi yang muluk-muluk, suka narsis, kurang memiliki rasa hormat, gila teknologi dan banyak lagi label lainnya. Lantas, siapa sih sesungguhnya generasi millennial itu?

Generasi millennial atau generasi Y (Gen Y), merupakan kelompok demografis yang lahir antara tahun 1981 hingga 2000. Mengingat generasi ini menandai datangnya millennium baru yaitu millennia 21, maka penyebutan generasi millennial lebih popular dari pada Generasi Y. Mereka adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers (1946 – 1964) dan sebagian kecil dari Gen X (1965- 1980). Saat ini, generasi millennial berusia antara 17 hingga 38 tahun (usia produktif).

Dari kajian beberapa peneliti, generasi millennial memang cenderung unik dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Keunikannya terletak pada penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik yang sangat kental. Karenanya, millennialis seakan tidak bisa lepas dari internet, hiburan, dan traveling. Generasi ini banyak menggunakan gadget dan teknologi komunikasi instan seperti; facebook, instagram, whatsapp, twitter, path dan mereka juga suka main game online. Dapat disimpulkan bahwa ciri khas dari generasi ini adalah menjadikan teknologi sebagai gaya hidup (lifestyle). Namun demikian, generasi millennial memiliki banyak karakter positif, yakni; sangat kreatif, optimis, terbuka, sangat reaktif terhadap perubahan, percaya diri, memiliki perhatian yang lebih terhadap ‘wealth’ atau kekayaan dan lebih suka bekerja keras dalam bidang usaha yang digeluti untuk kemudian dinikmati dengan berpetualang yang menantang.

Kelemahan generasi millennial adalah mentalitasnya instan. Mereka cenderung ingin hasil yang serba cepat, suka mengeluh untuk suatu pekerjaan yang memerlukan upaya keras dalam waktu lama, kurang siap untuk jatuh bangun atau gagal berkali-kali. Hal lainnya adalah mereka cenderung tidak tahan berada dalam lingkungan pekerjaan yang tidak segera membawanya ke tingkat atau jabatan yang lebih tinggi. Mereka yang bekerja di perkebunan, umumnya pada saat ini posisinya masih dominan di level Asisten, sebagian Asisten Kepala dan sebagian kecil sudah di posisi Manager Up.

Berdasarkan usia, para pimpinan kebun saat ini semestinya dominan berasal dari Gen X dan hanya sedikit dari Generasi Baby Boomers. Gen X mempunyai karakter yang cukup significant berbeda dengan Gen Y, yakni mampu menerima perubahan dengan baik sehingga disebut sebagai generasi yang tangguh, memiliki karakter mandiri, loyal (setia), sangat mengutamakan citra diri dan tipe pekerja keras. Namun, Gen X juga mempunyai beberapa kekurangan, yakni selalu menghitung kontribusi yang telah diberikan perusahaan terhadap hasil kerjanya. Generasi X dan Y tentunya mempunyai sifat positif dan negatif masing-masing. Dengan memahami perbedaan mereka, diharapkan manajemen atau para pemimpin perusahaan dapat mengerti karakter generasi sesuai dengan ciri khasnya untuk kemudian mengembangkan gaya kepemimpinan dan budaya perusahaan yang lebih efektif.

Di Indonesia, proporsi generasi millennial sekitar 34,45% dari total penduduk (Aziz 2018). Artinya, secara jumlah generasi millennial sebenarnya memiliki peran penting untuk menentukan masa depan negeri ini dan tentu juga berpengaruh terhadap masa depan perkebunan kepala sawit Indonesia. Dengan demikian, salah satu kunci masa depan perkebunan kelapa sawit adalah terletak pada bagaimana kreatifitas kita dalam mengelola SDM millennial tersebut. Jika sebagai pemimpin, kita bisa mengelola mereka dengan baik, maka akan dapat mendukung growth perusahaan, tapi jika kita tidak peka terhadap karakteristik Gen Y dan tidak mau merubah sikap dalam mengelola mereka, maka sebaliknya akan menjadi potensi masalah bagi kinerja perusahaan.

Dengan terbukanya kembali pasar CPO ke Eropa, komitmen China untuk menambah kuota impor CPO, adanya kebijakan penggunaan Bio Diesel dan Bio Avtur pesawat, nampaknya menjadi ‘vitamin’ baru yang akan menambah stamina bagi pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Namun, perkembangan tersebut masih akan menghadapi tantangan krisis SDM, bukan karena jumlahnya yang kurang tetapi karena karakter, tuntutan dan minat mereka untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit cukup rendah. Krisis SDM tersebut sebenarnya sudah sangat dirasakan oleh para praktisi HC, yakni dari sulitnya mendapatkan talent dari Peruruan Tinggi karena preferensi para kandidat lebih cenderung bekerja di perkotaan dan non perkebunan. Singkatnya, jangankan mencari calon karyawan level staff, mencari tenaga kerja panen saja HC sudah kesulitan dan cenderung akan semakin sulit. Sementara di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia per Agustus 2017 masih cukup banyak, yakni 7,04 juta orang. Inilah tantangan saat ini dan kedepan yang harus dihadapi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk bisa exist dan bertumbuh. Lalu, apa yang harus dilakuan?

Dalam rangka menumbuhkan kembali dan meningkatkan minat bekerja di perkebunan kelapa sawit, maka perlu adanya dukungan dan collaboration strategy dari para stakeholders kelapa sawit. Re-branding adalah salah satu langkah guna menjadikan perusahaan sebagai Employee of Choice (EOC). Branding dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Perusahaan untuk dapat dipilih oleh talent terbaik juga harus memiliki kualitas yang bagus di sisi internalnya. Ada lima faktor perusahaan jika ingin menjad EOC adalah V.O.I.C.E, yakni; Vision perusahaan, Opportunity karir, Insentive yang didapatkan, Community, dan Entrepreneur dalam hal bekal yang diberikan pada talent-nya.

Selanjutnya kita juga perlu mengetahui tips bagaimana mengelola karyawan generasi millennial secara efektif. Untuk bisa mengelola mereka secara efektif, tentu perlu mengakomodasi gaya kerja mereka. Mereka lebih senang melihat atasan sebagai mentor dan pelatih daripada sebagai bos. Kolaborasi dan melibatkan mereka dalam proses, akan membuat para millennial merasa diterima, memberikan hasil kerja yang berkualitas, dan merasa nyaman. Dari hasil diskusi dengan para praktisi HC dan berbagai literatur, secara ringkas dapat kami paparkan beberapa tips dalam mengelola generasi millennial melalui perubahan strategi, dan policy perusahaan, serta perubahan dalam pola kepemimpinan sebagai berikut:

  1. Ciptakan budaya perusahaan yang menarik, tempat kerja yang menyenangkan dan seimbang dengan kehidupan pribadi mereka
  2. Mendidik para Manajer up agar bisa berfungsi sebagai mentor sekaligus coach sehingga mereka bisa menjadi bapak asuh yang baik bagi para mellennialis
  3. Me-redesign pekerjaan berbasis teknologi atau aplikasi digital sehingga lebih menarik dan tidak membosankan
  4. Memberikan ruang bagi generasi millennial untuk melakukan inovasi
  5. Buat struktur organisasi yang jelas, job description, target yang menantang, KPI dan rewarding yang menarik
  6. Dorong mereka untuk bekerja secara tim dengan baik (minimal 2 orang) karena mereka sangat suka berkumpul
  7. Penuhi dan perbaiki standar sarana yang menjadi kebutuhan mereka, seperti kendaraan, rumah lengkap dengan isinya, komunikasi, sarana olahraga, internet, fasilitas hiburan dan fasilitas lainnya yang mereka butuhkan
  8. Intervensi benefit dengan memberikan fasilitas seperti holiday, kesehatan full cover, beasiswa pendidikan, bonus istimewa, dan jenis penghargaan lainnya.
  9. Terapkan performance management dengan baik dan susun Human Asset Value serta career path mereka secara jelas.
  10. Mengembangkan organisasi pembelajaran. Hal ini penting dilakukan karena generasi millennial sangat antusias terhadap perubahan dan hal-hal yang baru.
  11. Mereka dapat melakukan multitasking tapi masih sangat memerlukan arahan dari atasan untuk menjalankan tugasnya
  12. Pimpinan harus rajin menanyakan perkembangan dari tugas yang diberikan
  13. Bantu memberikan penjelasan tentang aturan dan harapan dari Manajemen serta pastikan mereka bisa menterjemahkan dan mengimplementasikan
  14. Hormati ide dan usul mereka serta ingatkan mereka dengan cara yang baik jika insiatif yang mereka ambil tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan
  15. Buat mereka selalu tertantang dengan tugas dan target yang diberikan 16. Para pimpinan kebun harus bisa menjadi leader – role model yang bisa menjadi pedoman dan panutan mereka.
Para pimpinan kebun dan Manajemen harus sadar dan paham bahwa generasi millennial sangatlah unik. Tidaklah bijak membanding-bandingkan karakter generasi millennial dengan generasi mereka dahulu, karena memang sudah beda zamannya. Sehingga tips di atas, hanya akan berjalan efektif jika didukung oleh komitmen Manajemen dan para pimpinan kebun. Pimpinan kebun haruslah mempunyai sifat sabar-aktif. Sabar dalam menghadapi karakter mereka yang unik dan aktif dalam mengajari mereka sehingga bisa bekerja secara profesional. Sekali mereka mengerti dan termotivasi, maka kinerja mereka akan melaju dengan pesat, apalagi pimpinan kebun bisa memberikan ide-ide baru dan visi-visi inovatif yang menantang, maka hal itu akan mempercepat karyawan generasi millennial menjadi profesional dan future leader (talent).

Sekali mereka mengerti dan termotivasi, maka kinerja mereka akan melaju dengan pesat, apalagi pimpinan kebun bisa memberikan ide-ide baru dan visi-visi inovatif yang menantang, maka hal itu akan mempercepat karyawan generasi millennial menjadi profesional dan future leader (talent).

Untuk memimpin generasi millennial, George Bradt menawarkan ide Brave Leadership yang merupakan kependekan dari Behavior, Relationship, Attitude, Values, dan Environment. Behavior, generasi millennial menghindari batasan antara atasan dan mereka yang bekerja sebagai bawahan. Berikan akses informasi terhadap mereka karena generasi millennial cenderung memiliki rasa ingin tahu yang lebih terhadap situasi perusahaan dan bagaimana pekerjaan mereka dapat membantu tercapainya visi perusahaan. Relationship, semua orang memerlukan respek atau rasa hormat, begitu pula generasi millennial, mereka sangat memerlukan rasa hormat. Jadilah pendengar aktif dan berilah feedback dengan cara yang tepat kepada mereka. Attitude, generasi millennial memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya maupun masa depannya. Pandangan yang positif ini membuat para pemimpin lebih mudah menyemangati mereka dan menawarkan berbagai tantangan bagi mereka. Para millennial, sangat senang diberi kepercayaan melakukan pekerjaan yang baru dan menantang. Values, para millennial cenderung memiliki komitmen pada pekerjaan yang punya value dan memberikan banyak manfaat. Perusahaan yang berkomitmen kepada kepentingan banyak orang, memberi manfaat bagi masyarakat, peduli lingkungan dan mempermudah serta mempercepat urusan banyak orang sangat disenangi kaum millennial. Environment, mereka sangat enjoy bekerja di lingkungan yang terbuka, mudah mengakses informasi, bisa bekerja lintas daerah dan lintas benua. Ciptakanlah lingkungan dan suasana kerja yang menyenangkan serta senyaman mungkin. Lingkungan seperti inilah yang membuat generasi millennial betah bekerja dan berkarya di perusahaan Anda.

---

Oleh: Sutarto Hadi, S.P., M.M.HR Vice President (Teladan Prima Group) Member Executive - Indonesian Planter Society (IPS)

Minggu, 31 Januari 2021

Tips Wawancara Kerja - Afra Adzani Ketua Rekruter Indonesia Bersatu: Tips Pada Saat & Sebelum Wawancara


Wawancara kerja (job interview) adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dalam melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Berikut ini kami bagikan tips wawancara yang disampaikan oleh Ibu Afra Adzani, Ketua Rekruter Indonesia Bersatu (RIB). Simak dibawah ini.

Salah satu pertanyaan wawancara yang menantang: "Kenapa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini?" 

Pertanyaan di atas cukup sering ditanyakan kepada kandidat pada saat wawancara. Apa yang sebaiknya teman-teman jawab?

Ketika sebuah perusahaan mencari seorang karyawan, perusahaan ingin mempekerjakan kandidat terbaik dari seluruh kandidat yang melamar.

Sebelum Wawancara;

  1. Pastikan membaca 'Deskripsi Pekerjaan' (DP) yg terdapat pada lowongan kerja dengan seksama. Jika tidak ada, coba cari di Google nama posisi yg dilamar dan carilah DPnya.
  2. Pelajari 'Kualifikasi' bagian Pendidikan dan/atau Hard skill yg paling dibutuhkan dari perspektif perusahaan.
  3. Ketahui poin-poin apa saja yg paling menonjol atau pencapaian-pencapaian yang dimiliki oleh teman-teman yang berkaitan dengan 'Kualifikasi'.
  4. Persiapkan diri dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yg relevan dgn 'Kualifikasi' yang dimana teman-teman memenuhinya.

Pada Saat Wawancara, hal-hal yang perlu teman-teman yakinkan kepada pewawancara adalah bahwa teman-teman;

  • Memiliki kombinasi pendidikan dan/atau kemampuan (hard skill dan soft skill) dan/atau pengalaman yang relevan dengan 'Kualifikasi' dari perusahaan
  • Dapat berkontribusi dan memberikan hasil yang diharapkan oleh perusahaan
___
Tips diatas telah di bagikan Ibu 
Afra Adzani melalui akun LinkedInnya. Dan sudah mendapat persetujuan dari Ibu Afra Adzani untuk dibagikan di haisawit. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

Sabtu, 30 Januari 2021

Tips Interview Online - Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd

HaisawitSebelum mengiktui interview yang dilaksanakan secara daring adanya baiknya Anda memahami beberapa hal yang perlu dipersiapakan dan dilakukan saat interview online. Interview online tidak akan sama persis dengan interview yang dilaksanakan secara langsung. Akan tetapi tujuan dari interview online sama saja dengan interview secara langsung yaitu mendapatkan kandidat yang tepat.

Persiapan (dari peserta) yang baik tentu mempengaruhi hasil akhir dari interview yang kita (HRD Perusahaan) lakukan (intervie kerja). (Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd).

Dikutip dari liputan6.com, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020 pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 Juta Orang. Jumlah pengangguran yang mencapai 6.88 Juta orang tentu saja angka yang cukup besar. Persaingan para pencari kerja cukup ketat. Oleh karena itu, selain kemampuan Hard Skill dan Soft Skill juga diperlukan persiapan yang baik dalam melamar pekerjaan.

Kegagalan diterima di suatu perusahaan bukan hanya karena faktor kurangnya prestasi tetapi bisa juga disebabkan oleh gerak-gerik yang kurang pantas saat interview atau koneksi terputus (jaringan tidak stabil) saat interview online dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan baik.

Terkait dengan interview online sebagaimana yang kami singgung di awal, berikut beberapa tips yang sangat bagus seperti yang di sarankan oleh Bapak Daniel Sembiring Sinulaki, Learning And Development Specialist, First Resources Ltd.

Tips Interview Online Video Call

Dengan interview online video call, orang yang mewawancarai kamu akan tetap bisa melihat sikap dan perilaku ketika mewawancarai kamu layaknya mewawancarai kamu dalam satu ruangan. Untuk itu, jangan sampai menyepelekan interview online. Persiapkan diri kamu dengan baik ketika akan melakukan interview online dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

    1. Membaca Email dan Panduan dari Perusahaan.
    2. Pastikan Jaringan dengan koneksi yang Stabil
    3. Berpenampilan Rapi, Sesuai Dress Code yang dianjurkan perusahaan.
    4. Pastikan Pencahayaan, Tempat dan Posisi Anda pada kondisi terbaik
    5. Menperkenalkan diri dengan menampilkan yang terbaik dari Anda.
    6. Melakukan Research, Penelusuran, Referensi Informasi terkait dengan perusahaan dan posisi yang dilamar

Keenam tips diatas adalah berdasarkan pengalaman yang sering kita sarankan ke peserta interview, persiapan yang baik tentu mempengaruhi hasil akhir dari Interview yang kita lakukan. Semoga Bermanfaat. Good Luck.

Tips Lamar Kerja - Atria Indah Lestari, Senior Talent Acquisition Specialist PT. Karyamas Adinusantara: Lamaran Kerja yang Disukai HRD Perusahaan Kelapa Sawit,

Haisawit -  Tidak menerima informasi lamaran kerja yang kamu sudah apply bisa disebabkan karena cara membuat dan melamar pekerjaan sama sekali tidak menarik oleh rekruter saat pertama kali melihat lamaran kerjamu. Membuat lamaran kerja dan cara melamar via email sebenrnya sangat simpel.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melamar pekerjaan yaitu tempat & tanggal, nama penerima hendaknya ditulis dengan jelas, salam pembuka, kata pengantar/pembuka, biodata singkat, kualifikasi sesuai lowongan kerja yang dilamar, dan terakhir ada bagian penutup.

Nah, bagi teman-teman yang sudah berkali-kali melamar pekerjaan namun tidak pernah menerima kabar perihal jawaban lamaran kerjamu, silakan ikuti penjelasan dari Ibu Atria dalam video berikut.

Materi ini disampaikan oleh Ibu Atria Indah Lestari, Senior Talent Acquisition Specialist PT. Karyamas Adinusantara dalam acara Webinar Nasional & Bimbingan Karir pada 5 September 2020 yang diselenggrakan oleh HAISAWIT bekerja sama dengan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE).


Sabtu, 23 Januari 2021

Webinar Karir, Gratis - Rekruter Indonesia Bersatu (RIB): Cover Letter Perlu Ga?

Haisawit, Webinar Fresh Graduate - Rekruter Indonesia Bersatu (RIB) salah satu wadah yang beranggotakan para Rekruter dari berbagai perusahaan di seluruh Indonesia. Sejak diluncurkan beberapa bulan yang lalu, RIB terus berupaya hadir bagi para jobseeker baik dalam menyediaan informasi lowongan kerja maupun pelatihan dan sharing dunia kerja.

Dilansir dari akun LinkedIn-nya, RIB kembali mengadakan Webinar Gratis: “Cover Letter Perlu Ga?” Bersama Patricia Setyadjie – Sabtu, 23 Januari 2021

Ibu Patricia Setyadjie, Career Coach memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di HR & Strategi Bisnis Operasional. Beliau juga telah melatih talent (fresh graduate hingga para profesional) dgn cara membuka potensi, kekuatan diri, serta memperjelas tujuan karir. 

Beliau akan berbagi ilmu & pengalamannya ttg perlu/tidaknya “Cover Letter” dlm lamaran pekerjaan.

Seberapa perlu sih “Cover Letter”? 
Kalau tidak pakai “Cover Letter”, apa “AUTO” di TOLAK lamaran pekerjaan kita?

Temukan jawabannya di Recruitalk bersama Pemateri Patricia Setyadjie - Career Coach dan Intan Fatimah, moderator sekaligus Rekruter yg kesehariannya berhijab & berjibaku dgn kandidat di TAP Recruitment sbg Recruitment & Business Leader.

Yuk kurangi aktivitas diluar namun tetap perbanyak ilmu dari webinar Rekruter Indonesia Bersatu (RIB).

Langsung bookmark link dibawah ya!
Rekan2 bisa langsung join webinar tanpa perlu mendaftar.
Asik, kan?

Ohya, jangan lupa buat ringkasan penjelasan dari pemateri & moderator ya. Ringkasan yg menarik akan ditampilkan di website RIB ^_^

See you on Saturday ya!

Book Now: 

When & Where: 
January 23, 2021 (2:00 pm – 4:00 pm) via ZOOM.

Dress code: 
Casual.

Foto - Dokumentasi RIB


Jumat, 22 Januari 2021

Hai Planters Milenial..! Mari Bergabung Bersama Indonesian Planters Society


Haisawit - Saat ini profesi Planters menjadi strategis, termasuk menentukan keberhasilan pembangunan perkebunan yang kini sedang bergerak sangat cepat. Keberhasilan dan daya saing pembangunan perkebunan saat ini dipertaruhkan pada kemampuan (profesionalisme) Planters.

Indonesian Planters Society (IPS) hadir sebagai wadah sekaligus organisasi resmi berbadan hukum yang dimana didalamnya berkumpul para profesional Planter se-Indonesia yang saling terhubung satu sama lain.

IPS telah berbadan hukum sesuai SK Menkumham RI Nomor AHU-0007108.AH.01.07 Tahun 2018 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan INDONESIAN PLANTERS SOCIETY. 


Mari bergabung bersama para profesional Planter Indonesia lainnya di IPS

dengan mengisi formulir di link berikut :

http://bit.ly/Pendaftaran_IPS_Planter


Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran 

Hub: 081294491559

Andi Marchell Huliselan

Senin, 04 Januari 2021

Beasiswa - Sinar Mas Agribusiness and Food Membuka Peluang Beasiswa Jurusan Kelapa Sawit Tahun 2021

Haisawit, Info BeasiswaPT SMART Tbk (SMART) adalah salah satu perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada produksi minyak sawit yang berkelanjutan. Sinar Mas Agribusiness and Food memberikan peluang beasiswa bagi para siswa berpotensi yang berminat dalam bidang agribisnis.

Registrasi Online mulai dari tanggal 4 Januari - 31 Maret 2021.

Cakupan beasiswa meliputi Biaya pendidikan penuh, kesempatan mendapatkan biaya hidup setiap semester, magang di lokasi perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food, dan kesempatan bekerja di Sinar Mas Agribusiness and Food setelah lulus kuliah.

Berikut program beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food Tahun 2021 yang tersedia:

1. SMART Agro

Program pendidikan tiga tahun untuk meraih gelar Diploma (D3) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Kebun di ITSB (Institut Teknologi dan Sains Bandung) Cikarang. Lulusan program ini diharapkan dapat menjadi Asisten Agronomi yang handal.

Berikut persyaratan untuk Beasiswa SMART Agro:
  • Lulusan SMA / MAN IPA, SMK PERTANIAN / SPP / SPMA
  • Tinggi badan minimal 165 cm, berat badan proporsional
  • Tidak buta warna (total maupun parsial)
  • Lulus seluruh proses seleksi yang diadakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dan ITSB
  • Lulus tes kesehatan
2. SMART Mills

Program pendidikan tiga tahun untuk meraih gelar Diploma (D3) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Pabrik di ITSB (Institut Teknologi dan Sains Bandung) Cikarang. Lulusan program ini diharapkan dapat menjadi Asisten Mill yang handal.

Berikut persyaratan untuk Beasiswa SMART Mills:
  • Lulusan jurusan IPA dari SMA / MAN atau SMK dengan jurusan Mekanikal / Elektrikal
  • Tinggi badan minimal 165 cm dengan berat badan proporsional
  • Tidak buta warna (total maupun parsial)
  • Lulus seluruh proses seleksi yang diadakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dan ITSB
  • Lulus tes kesehatan
3. Jalur Prestasi

Beasiswa ini merupakan jalur khusus untuk mendapatkan beasiswa tanpa harus melalui tes tertulis (tes potensi akademik dan tes psikologi), dan siswa dinilai berdasarkan catatan prestasi akademik dan non akademik. Pelamar dapat memilih salah satu dari:
  • Smart Mills, Program pendidikan tiga tahun untuk meraih gelar Diploma (D3) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Pabrik di ITSB (Institut Teknologi dan Sains Bandung) Cikarang, atau
  • Smart Agro, Program pendidikan tiga tahun untuk meraih gelar Diploma (D3) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Kebun di ITSB (Institut Teknologi dan Sains Bandung) Cikarang.
Berikut persyaratan untuk Beasiswa Jalur Prestasi:
  • Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA / MA / SMK) dengan akreditasi A
  • Nilai rata-rata dari kelas 1-3 adalah 85 untuk prestasi akademik, dan 75 untuk prestasi non-akademik
  • Peringkat 10 teratas di kelas
  • Aktif dalam kegiatan organisasi
  • Harus lulus Ujian Nasional sebelum wawancara/li>
  • Memiliki prestasi akademik / non akademik minimal setingkat Kabupaten/Kota (sertifikat akan ditunjukkan saat proses wawancara)
  • Tinggi badan minimal 165cm dengan berat badan proporsional
Informasi pendaftaran dapat Anda kunjungi melalui halaman resmi info beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food Tahun 2021, berikut ini:

Info Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2021

Pendidikan

Seminar

Perusahaan Kelapa Sawit