SAWIT BEBAS: Mahasiswa
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Mei 2023

PENGUMUMAN PENDAFTARAN BEASISWA KELAPA SAWIT BPDPKS 2023


Podcast tanya-tanya Langsung dengan yang sudah lolos beasiswa SDM BPDPKS yuk simak vidionya di link berikut ini :





PENGUMUMAN PENDAFTARAN BEASISWA PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TAHUN 2023

Direktorat Jenderal Perkebunan dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola 
Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengundang:

- Pekebun kelapa sawit dan Keluarga (Anak/Istri/Suami) pekebun kelapa sawit, 
- Karyawan/Pekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan 
Kelapa Sawit, 
- Keluarga (Anak/Istri/Suami) Karyawan/Pekerja pada usaha budidaya dan/atau 
pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit
- Pengurus/Anggota Koperasi/Lembaga yang bergerak dalam bidang 
perkelapasawitan.
- Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 
yang bertugas dalam bidang perkelapa sawitan.

Untuk mengikuti Seleksi Nasional Beasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi (DI, DII, DIII dan DIV) dan Akademik (Strata 1) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2023.
Pendaftaran beasiswa akan dilaksanakan secara daring (online) dengan alamat website: 
https://beasiswasdmsawit.id/, dengan persyaratan sebagai berikut:

A. Jalur Pekebun dan Keluarga Pekebun Kelapa Sawit
1. Foto ukuran 4x6 dengan Latar Belakang Biru.
2. Usia maksimal 23 Tahun (Per 19 Juni 2023)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Keterangan Domisili.
4. Kartu Keluarga (KK).
5. Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir
6. Surat Keterangan Sehat dan Buta Warna dari Fasilitas Kesehatan Resmi, 
ditandatangani oleh dokter dengan masa berlaku 2 (dua) bulan sejak mendaftar.
7. Rapor/Laporan Hasil Penilaian Siswa atau Laporan Akhir Sekolah dari Semester 
1 (satu) sampai 5 (lima) dengan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 7 (tujuh). Bagi peserta dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 6 (enam).
8. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Menengah Umum/Kejuruan atau Ijazah Pendidikan Diploma bagi yang telah lulus program diploma.
9. Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM (Optional/Jika Ada).
10.Legalitas lahan kelapa sawit berupa dokumen penguasaan tanah dengan 
maksimal 4 ha per kepala keluarga yang dibuktikan dengan Sertipikat Hak Milik (SHM), dalam hal Pekebun tidak memiliki SHM dokumen penguasaan tanah dibuktikan dengan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah atau dasar penguasaan atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang (Format terlampir) atau legalitas usaha perkebunan yang dibuktikan dengan Surat Tanda Daftar Budi daya (STDB) dengan luas lahan maksimal 4 ha.
Dalam hal dokumen penguasaan tanah berbeda dengan identitas Pekebun, 
dokumen penguasaan tanah dilengkapi dengan surat keterangan dari kepala desa atau yang disebut dengan nama lain. (Format terlampir).
11.Surat Keterangan Tergabung dalam Kelompok Tani/Gabungan Kelompok 
Tani/Koperasi/Asosiasi/Lembaga yang bergerak dalam Perkelapasawitan (Format terlampir). Jika tidak/belum tergabung dalam Poktan, Gapoktan, Koperasi atau Asosiasi/Lembaga yang bergerak dalam perkelapasawitan dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai cukup yang diketahui oleh Kepala Desa/Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/Camat/Bupati/Wali Kota (Format terlampir).
12.Surat Pernyataan bahwa bersedia mengelola kelembagaan Pekebun sendiri atau kelembagaan Pekebun lain atau bekerja pada industri kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan atau sebagai petugas pendamping atau fasilitator desa (Format terlampir).
13.Surat Pernyataan kesediaan orang tua/wali/istri/suami calon peserta untuk memberikan izin mengikuti pendidikan pada program beasiswa pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (Format terlampir).
14.Surat Pernyataan jika calon peserta yang sudah dinyatakan diterima 
mengundurkan diri, tidak dapat mengikuti proses pendaftaran seleksi beasiswa kelapa sawit selama 1 (satu) tahun ke depan (Format terlampir).
15.Surat pernyataan bahwa calon penerima beasiswa tidak sedang menempuh perkuliaahan baik dengan biaya sendiri, dana dari BPDPKS atau sumber pembiayaan lainnya (Format Terlampir).

B. Jalur Karyawan/Pekerja pada Usaha Budidaya dan/atau Pengolahan Hasil 
Perkebunan Kelapa Sawit
1. Foto ukuran 4x6 dengan Latar Belakang Biru.
2. Usia maksimal 23 Tahun (Per 19 Juni 2023)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Keterangan Domisili.
4. Kartu Keluarga (KK).
5. Surat Keterangan Sehat dan Buta Warna dari Fasilitas Kesehatan Resmi, 
ditandatangani oleh dokter dengan masa berlaku 2 (dua) bulan sejak mendaftar.
6. Rapor/Laporan Hasil Penilaian Siswa atau Laporan Akhir Sekolah dari Semester 1 (satu) sampai 5 (lima) dengan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 7 (tujuh). Bagi peserta dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 6 (enam).
7. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Menengah Umum/Kejuruan atau ijazah Pendidikan Diploma bagi yang telah lulus program diploma.
8. Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM (Optional/Jika Ada).
9. Bagi Karyawan/Pekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil 
Perkebunan Kelapa Sawit, dilengkapi dengan:
a) Surat Keterangan dari pimpinan unit kerja atau pemilik usaha budidaya dan atau pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit yang menyatakan bahwa yang bersangkutran telah bekerja minimal selama 2 tahun (Format terlampir);
b) Surat Izin Belajar dari atasan langsung (Format Terlampir)
10. Bagi Pekerja dengan Upah Harian atau Borongan dilengkapi surat keterangan dari pemilik usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit dan diketahui oleh Kepala Desa (Format terlampir).
11. Surat Pernyataan bahwa bersedia mengelola kelembagaan Pekebun sendiri atau kelembagaan Pekebun lain atau bekerja pada industri kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan atau sebagai petugas pendamping atau fasilitator desa (Format terlampir).
12. Surat Pernyataan kesediaan orang tua/wali/istri/suami calon peserta untuk memberikan izin mengikuti pendidikan pada program beasiswa pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (Format terlampir).
13. Surat Pernyataan jika calon peserta yang sudah dinyatakan diterima 
mengundurkan diri, tidak dapat mengikuti proses pendaftaran seleksi beasiswa kelapa sawit selama 1 (satu) tahun ke depan (Format terlampir).
14. Surat pernyataan bahwa calon penerima beasiswa tidak sedang menempuh perkuliaahan baik dengan biaya sendiri, dana dari BPDPKS atau sumber pembiayaan lainnya (Format Terlampir).

C. Jalur Keluarga Karyawan/Pekerja pada Usaha Budidaya dan/atau Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit
1. Foto ukuran 4x6 dengan Latar Belakang Biru.
2. Usia maksimal 23 Tahun (Per 19 Juni 2023)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Keterangan Domisili.
4. Kartu Keluarga (KK).
5. Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir
6. Surat Keterangan Sehat dan Buta Warna dari Fasilitas Kesehatan Resmi, 
ditandatangani oleh dokter dengan masa berlaku 2 (dua) bulan sejak mendaftar.
7. Rapor/Laporan Hasil Penilaian Siswa atau Laporan Akhir Sekolah dari Semester 1 (satu) sampai 5 (lima) dengan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 7 (tujuh). Bagi peserta dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 6 (enam).
8. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Menengah Umum/Kejuruan atau Ijazah Pendidikan Diploma bagi yang telah lulus program diploma.
9. Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM (Optional/Jika Ada).
10. Bagi orang tua peserta yang bekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit, dilengkapi dengan Surat Keterangan dari pimpinan unit kerja atau pemilik usaha budidaya dan atau pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit yang menyatakan bahwa yang orang tua calon peserta telah bekerja minimal selama 2 tahun (Format terlampir);
11. Bagi orang tua peserta yang bekerja dengan Upah Harian atau Borongan 
dilengkapi surat keterangan dari pemilik usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit dan diketahui oleh Kepala Desa yang menyatakan telah bekerja minimal 2 (dua) tahun (Format terlampir).
12.Surat Pernyataan bahwa bersedia mengelola kelembagaan Pekebun sendiri atau kelembagaan Pekebun lain atau bekerja pada industri kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan atau sebagai petugas pendamping atau fasilitator desa (Format terlampir).
13.Surat Pernyataan kesediaan orang tua/wali/istri/suami calon peserta untuk memberikan izin mengikuti pendidikan pada program beasiswa pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (Format terlampir).
14. Surat Pernyataan jika calon peserta yang sudah dinyatakan diterima 
mengundurkan diri, tidak dapat mengikuti proses pendaftaran seleksi beasiswa kelapa sawit selama 1 (satu) tahun ke depan (Format terlampir).
15.Surat pernyataan bahwa calon penerima beasiswa tidak sedang menempuh perkuliaahan baik dengan biaya sendiri, dana dari BPDPKS atau sumber pembiayaan lainnya (Format Terlampir).

D. Jalur Pengurus, Anggota Koperasi atau Lembaga Yang Bergerak di Bidang 
Usaha Budi Daya, Pengolahan, dan/atau Jasa Perkebunan Kelapa Sawit
1. Foto ukuran 4x6 dengan Latar Belakang Biru.
2. Usia maksimal 23 Tahun (Per 19 Juni 2023)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Keterangan Domisili.
4. Kartu Keluarga (KK).
5. Surat Keterangan Sehat dan Buta Warna dari Fasilitas Kesehatan Resmi, 
ditandatangani oleh dokter dengan masa berlaku 2 (dua) bulan sejak mendaftar.
6. Rapor/Laporan Hasil Penilaian Siswa atau Laporan Akhir Sekolah dari Semester 1 (satu) sampai 5 (lima) dengan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 7 (tujuh). Bagi peserta dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 6 (enam).
7. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Menengah Umum/Kejuruan atau Ijazah Pendidikan Diploma bagi yang telah lulus program diploma.
8. Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM (Optional/Jika Ada).
9. Jika calon peserta adalah Pengurus/Anggota Koperasi/Lembaga yang bergerak di bidang usaha budi daya, pengolahan, dan/atau jasa perkebunan kelapa sawit dilengkapi dengan surat keterangan keanggotaan dari ketua atau kartu anggota Koperasi/Lembaga yang bergerak di bidang usaha budi daya, pengolahan, dan/atau jasa perkebunan kelapa sawit yang sudah menjadi anggota minimal 2 tahun (Format Terlampir).
10. Surat Pernyataan bahwa bersedia mengelola kelembagaan Pekebun sendiri atau kelembagaan Pekebun lain atau bekerja pada industri kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan atau sebagai petugas pendamping atau fasilitator desa (Format terlampir).
11. Surat Pernyataan kesediaan orang tua/wali/istri/suami calon peserta untuk memberikan izin mengikuti pendidikan pada program beasiswa pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (Format terlampir).
12. Surat Pernyataan jika calon peserta yang sudah dinyatakan diterima 
mengundurkan diri, tidak dapat mengikuti proses pendaftaran seleksi beasiswa kelapa sawit selama 1 (satu) tahun ke depan (Format terlampir).
13.Surat pernyataan bahwa calon penerima beasiswa tidak sedang menempuh perkuliaahan baik dengan biaya sendiri, dana dari BPDPKS atau sumber pembiayaan lainnya (Format Terlampir).

E. Jalur Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja 
(PPPK)
1. Foto ukuran 4x6 dengan Latar Belakang Biru.
2. Usia maksimal 23 Tahun (Per 19 Juni 2023)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Keterangan Domisili.
4. Kartu Keluarga (KK).
5. Surat Keterangan Sehat dan Buta Warna dari Fasilitas Kesehatan Resmi, 
ditandatangani oleh dokter dengan masa berlaku 2 (dua) bulan sejak mendaftar.
6. Rapor/Laporan Hasil Penilaian Siswa atau Laporan Akhir Sekolah dari Semester 1 (satu) sampai 5 (lima) dengan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 7 (tujuh). Bagi peserta dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan nilai rata-rata minimal atau sama dengan 6 (enam).
7. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Menengah Umum/Kejuruan atau Ijazah Pendidikan Diploma bagi yang telah lulus program diploma.
8. Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM (Optional/Jika Ada).
9. Surat Keputusan Pengangkatan ASN/PPPK.
10.Surat Penugasan di Unit Kerja yang Membidangi Perkebunan Kelapa Sawit.
11.Surat Izin Belajar.
12.Surat komitmen dari unit kerja asal untuk ditugaskan kembali setelah lulus pada bidang perkelapasawitan (Format Terlampir).
13.Surat Pernyataan bahwa bersedia mengelola kelembagaan Pekebun sendiri atau kelembagaan Pekebun lain atau bekerja pada industri kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan atau sebagai petugas pendamping atau fasilitator desa (Format terlampir).
14.Surat Pernyataan kesediaan orang tua/wali/istri/suami calon peserta untuk memberikan izin mengikuti pendidikan pada program beasiswa pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (Format terlampir).
15.Surat Pernyataan jika calon peserta yang sudah dinyatakan diterima 
mengundurkan diri, tidak dapat mengikuti proses pendaftaran seleksi beasiswa kelapa sawit selama 1 (satu) tahun ke depan (Format terlampir).
16.Surat pernyataan bahwa calon penerima beasiswa tidak sedang menempuh perkuliaahan baik dengan biaya sendiri, dana dari BPDPKS atau sumber pembiayaan lainnya (Format Terlampir).

Seluruh dokumen dipindai (scan) dengan format .pdf atau .jpg dengan ukuran setiap file maksimal 2 (dua) MB.


 

Sabtu, 05 Desember 2020

Undangan Webinar Kewirausahaan dan Kompetisi Business Plan Mahasiswa Indonesia di Politeknik Pos Indonesia - FREE

Haisawit, Pendidikan - Politeknik Pos Indonesia menyelenggarakan Webinar Series Kewirausahaan dengan tema “Strategi Transformasi Digital untuk Penguatan Busniess Plan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru" yang akan berlangsung secara bertahap mulai dari tanggal 5 - 14 Desember 2020.

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. Salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah atas keberhasilan Politeknik Pos Indonesia memperoleh Hibah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Adapun rangkain kegiatan yang mahasiswa bisa ikuti, yaitu:

  1. Webinar Kewirausahaan dan Digital Preneur dilaksanakan pada 5 Desember 2020.
  2. Webinar Bisnis Plan dan Marketing Plan dilaksanakan pada 7 – 10 Desember 2020
  3. Webinar Digitalisasi Bisnis dan Teknologi Platform dilaksanakan pada 11 – 12 Desember 2020
  4. Kompetisi Business Plan (Total hadiah Rp. 5 juta,-) dilaksanakan pada 14 Desember 2020.
Buat kamu mahasiswa di seluruh Indonesia jangan sampai ketinggalan acara yang keren ini dan bisa menambah wawasan dan referensi kamu.

Sebagai gambaran tentang  Politeknik Pos Indonesia, berdasarkan kereangan yang ada di website resmi politeknik, Politeknik Pos Indonesia adalah institusi pendidikan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) pada tahun 2001. Politeknik Pos Indonesia sudah mendapatkan akreditasi kampus B BAN-PT serta memiliki 6 program studi yang terbagi menjadi Diploma 3 dan Diploma 4 yaitu, Logistik Bisnis, Manajemen Bisnis, Teknik Informatika, Manajemen Infomatika, Akuntansi dan E-Commerce Logistics.

Politeknik Pos Indonesia memiliki visi menjadi perguruan tinggi vokasi yang unggul secara Nasional dalam bidang Logistik dan Manajemen Rantai Pasok


Download Surat Undangan Berikut

      Minggu, 05 Juli 2020

      Mahasiswa - Sharing Session Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP-KS

      HAISAWIT - Taruna Sawit sebuah akun media sosial instagram (dikelola oleh mahasiswa penerima beasiswa BPDPKS) akan menyelenggarakan Sharing Session mahasiswa penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kegiatan ini akan live via instagram @tarunasawit secara berkala dari tanggal 6, 9, 12, 15, dan 20 Juli 2020. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah agar mengenal lebih dekat masing-masing Perguruan Tinggi tempat kuliah mahasiswa penerima beasiswa BPDPKS.

      Jangan lupa catat ya, jadwal Sharing Session (Live @tarunasawit).

      Senin, 6 Juli 2020 
      • Fitra Panji Utomo Putra
      • Politeknik Kampar, Riau
      Kamis, 9 Juli 2020 
      • Ali Akbar
      • AKPY - STIPER
      Minggu, 12 Juli 2020 
      • Adi Julianto
      • Politeknik Kelapa Sawit CWE
      Rabu, 15 Juli 2020 
      • Tiara Basri
      • LPP - Yogyakarta
      Sabtu, 20 Juli 2020 
      • Dewi Fitriana
      • STIPAP - Medan
      Acara ini akan dipandu oleh Sugiono Mahasiswa dari Politeknik Kelapa Sawit CWE.

      Poster Sharing Session Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP-KS

      Sabtu, 20 Juni 2020

      Mahasiswa - Sawit Bukan Anak Tiri (By: Erika Magdalena)

      "Ihhh minyak loh buk bisa buat kolestrol ga baik buat kesehatan! Goreng, goreng ga sehat! Mending ini buk panci anti lengket, masak tanpa minyak, masak sehat, tanpa takut kolestrolan itu minyak jenuh ga baik ". Kata seorang sales panci masak yang menawarkan kelebihan memasak tanpa minyak goreng. Hmmmm

      Apa tanggapan Anda ketika mendengar tawaran ini?

      Beberapa pro dan kontra seputar pohon yg bernama latin Elaeis guineensis ini memang sering menjadi perdebatan ......

      Tapi eittssss jangan salah 😊

      Minyak sawit justru mengandung proporsi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang seimbang, mengandung tiga asam lemak yang esensial (oleat, linoleat, linolenat), bersifat semi solid dan tidak mengandung asam lemak trans.

      Konsumsi minyak sawit sebagai bahan pangan justru memperbaiki kolesterol tubuh yakni meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta mengurangi deposisi lemak tubuh.

      Lantas, mengapa persepsi itu ada?

      Persepsi yang demikian terbentuk lantaran kampanye negatif/hitam yang dilakukan American Soybean Association (ASA) awal tahun 1980. Untuk memojokkan minyak nabati tropis khususnya minyak sawit yang mulai mengancam pasar minyak kedelai di seluruh dunia......

      Selain memberi dampak bagi kesehatan juga. Produk yang dihasilkan beragam beserta turunanny ; mentega, sabun, produk kecantikan, dll. Bahkan sekarang dikembangkannya bahan bakar terbarukan dari nabati kelapa sawit bernama biodiesel.

      Maka dari itu kita tidak boleh menutup mata bahwa memang kelapa sawit merupakan komoditi terbesar Indonesia, yang memberi banyak manfaat baik dalam perekonomian untuk masyarakat petani bahkan pemberi devisa pendapatan terbesar bagi perekomian Indonesia

      Maka dari itu sebagai generasi muda, kita harus membuka mata atas aset besar yang di punyai negara kita. Indonesia pasti bisa.

      Mari bersama serukan dan ajak generasi untuk sadar bahwa sawit aset penting pembawa bangsa ke masa depan.

      Jayalah Sawit Indonesia ku
      #GueGenerasiSawit

      Penulis:
      Erika Magdalena
      Mahasiswi Politeknik LPP Yogyakarta
      Jurusan Teknik Mesin
      IG: erika_silaen Blog: thegracerain

      Foto - Ilustrasi Mengetik

      Minggu, 07 Juni 2020

      Mahasiswa - Bercocok Tanam Sayuran di Sela Kuliah Jarak Jauh Saat Masa Pandemi Covid-19 (By: Redo Rudianto)

      Saat pandemi COVID-19 dan Perkuliahan Jarak jauh (PJJ) saat ini saya berfikir untuk mencoba mempraktekan ilmu budidaya tanaman yang saya pelajari di kampus, walaupun pelajaran di kampus banyak mencakup mengenai perkebunan kelapa sawit, tetapi sistemnya sama saja. 

      Saya mencoba menanam beberapa jenis sayuran seperti pak coy, kangkung dan bayam, dengan memanfaatkan media botol bekas. Walaupun hasilnya tidak seberapa tetapi ilmunya sangat luar biasa. Pada awal menanam saya mengalami kegagalan. 50% sayuran yang saya tanam mati karena busuk pada pangkal batang. Dari situ saya mendapatkan pengalaman dan ilmu, bagaimana mengatasinya. Kemudian selang beberapa hari saya mulai menanam ulang sayuran lagi. Pada penanaman yang kedua saya mendapatkan hasil yang lumayan 80% hasil panenan saya berhasil. 

      Walaupun di masa pandemi dan kuliah online seperti saat ini, jangan sia-siakan ilmu yang di dapat, praktekan ilmu yang di dapat di bangku kuliah. Walaupun fokus kuliah di bidang kelapa sawit, tetapi masyarakat hanya tau kita luludan pertanian, dan bisa melakukan budidaya semua tanaman.

      Penulis
      Redo Rudianto
      Mahasiswa Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi
      Prodi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit


      HAISAWIT.MY.ID
      Kami menerima tulisan seputar inspirasi, pendidikan, dan tips (free & tidak ada honorarium)
      Kirim ke haisawit.my.id


      Sabtu, 30 Mei 2020

      [BERBAGI KEBAIKAN] - Inspirasi Berbagi Kebaikan dari Mas Agung Kharisma Founder DAILYBLOGERPRO.COM

      Menghambur-hamburkan uang sekejap akan habis, tetapi kebaikan yang dihamburkan (dibagikan) tidak akan pernah habis. Semakin banyak dibagi semakin bertambah dan bertambah karena berbagi kebaikan adalah ilmu yang diajarkan.

      Kali ini kami membagikan informasi mengenai seorang anak muda millenial yang peduli terhadap sesama khsusunya di dunia pendidikan. Dia adalah Agung Kharisma. Lewat blog ia tidak pelit berbagi ilmu yang dimiliknya. Teman-teman bisa belajar banyak dari dia mengenai Kosakata Bahasa Inggris, Dialog Bahasa Inggris, TOEFL, English Grammar, Tips Belajar Bahasa Inggris, Rekomendasi Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Terbaik, English Writing, dan Tips Persiapan Lomba Debat Bahasa Inggris.

      Baca Juga :
      Info Beasiswa | Cerita Haisawit | Buletin Haisawit

      Selain suka berbagi juga seorang Content Writer dan sudah memenangkan berbagai penghargaan, finalis NUDC LLDIKTI Wilayah III, dan saat ini sedang merintis toko online melalui Daily Blogger Pro Academy.
      Sekali lagi kebaikan tidak akan pernah habis meski setiap hari bahkan setiap detik dibagikan kepada orang lain. Kebaikan tetaplah kebaikan yang semakin banyak dibagikan semakin banyak pula kebaikan itu. Bahkan berbagi kebaikan salah satu dari 3 (tiga) perbuatan manusia yang kelak jika meninggal pahalanya akan terus mengalir padanya. Jadi tunggu apalagi. Share sekarang kebaikanmu. Bagikan sekarang.


      Pendidikan

      Seminar

      Perusahaan Kelapa Sawit